Biar Miskin, Yunani Tetap Bangun Sirkuit F1

Kamis, 04/10/2012

NERACA

Jakarta - Biar tekor asal kesohor. Mungkin pepatah tersebut cocok disematkan kepada Yunani. Pasalnya, krisis ekonomi yang masih melanda negaranya tak mengurungkan niat Negeri 1.000 Dewa itu membangun sirkuit Formula-1 (F1). Mengutip laman Bloomberg, Yunani tengah mempersiapkan dana sebesar 30 juta euro (sekitar Rp371,448 miliar jika kurs 1 euro sama dengan Rp12.381) untuk konstruksi sirkuit.

Menteri Pembangunan Yunani menyebutkan, sirkuit akan didirikan di Xalandritsa, dekat Patras, yang merupakan wilayah kota terluas ketiga di Yunani. Proses pembangunan akan dilakukan tiga tahun. Mereka berharap, sirkuit tersebut membuat Yunani bisa menjadi tuan rumah F1 di masa mendatang.

Total biaya untuk membuat trek balapan ‘jet darat’ itu akan mencapai 94,6 juta euro (sekitar Rp1,121 triliun). Perusahaan privat Racetrack Patras SA yang akan mengawasi pelaksanaan megaproyek tersebut.

Pemerintah Yunani mengaku bakal berusaha untuk menarik investasi pembangunan sirkuit ini dan bakal menjadi prioritas utama. Namun prosedur birokrasi masih menghambat. Proyek ini telah diberi 'lampu hijau' pada Mei 2012 lalu.

Sirkuit ini bertujuan untuk menarik minat wisatawan dan menciptakan lapangan kerja di negara yang saat ini tengah melakukan kebijakan pengetatan anggaran dan resesi ekonomi. Tingkat pengangguran di Yunani mencapai 20%.

Proyek ini sempat menimbulkan perdebatan bertahun-tahun di antara para pemimpin Yunani. Seperti diketahui, Yunani telah menghabiskan 8,95 miliar euro saat menjadi tuan rumah olimpiade 2004 silam, termasuk 7,2 miliar euro untuk membangun venue-venue pertandingan.

Pada Agustus lalu, koalisi pemerintahan Yunani sepakat untuk memangkas biaya segar yang totalnya lebih dari 11 miliar euro, supaya memenuhi syarat untuk cicilan berikutnya sebesar 130 miliar euro yang dipinjam dari para kreditur internasional.

Sejauh ini, Yunani sudah sering menjadi tuan rumah ajang World Rally Championship. Karena itu, Yunani berambisi ikut menjadi penyelenggara F1, meskipun mereka belum pernah memiliki seorang pebalap di ajang balap paling bergengsi tersebut.