Citibank Dorong Perempuan Indonesia Berinvestasi

Kamis, 04/10/2012

NERACA

Jakarta - Berinvestasi harus dipupuk sejak masa muda untuk menopang kehidupan di masa tua atau setelah pensiun. Namun, hal ini belum menjadi prioritas bagi sebagian besar perempuan Indonesia. Oleh karena itu, Citibank Indonesia menilai kemandirian finansial dan kesiapan menjelang hari tua merupakan dua hal yang harus dipersiapkan sejak dini.

Menurut Senior Vice President Retail Investment and Consumer Treasury Head, Citibank Indonesia, Harsya Prasetyo, berdasarkan survey Fin-Q (Financial Quotient/Kecerdasan Finansial) Citibank pada Desember 2011 lalu, menunjukkan bahwa 74% perempuan Indonesia belum memiliki rencana pensiun yang matang.

Sementara itu, hanya 43% responden yang mengatakan bahwa mereka tahu persis apa yang harus dilakukan terkait investasi. Temuan ini cukup mengkhawatirkan mengingat perempuan Indonesia harus memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan mereka. Apalagi, dalam data PBB menunjukan harapan hidup perempuan Indonesia lebih lama dari laki-laki.

“Hal ini membuktikan bahwa perempuan Indonesia harus cermat dalam mempersiapkan diri menjelang masa pensiun mereka agar dapat memiliki kemandirian finansial,” ujar Harsya di Jakarta, Rabu (3/10).

Namun faktanya, lanjut dia, perempuan cenderung menggunakan pendekatan yang lebih konservatif dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, sehingga terkadang mereka merasa kurang percaya diri untuk memulai investasi.

Harsya menungkapkan, berinvestasi bagi sebagian perempuan terkadang menjadi sesuatu yang dianggap problematis dan rumit. Bahkan, terdapat kecenderungan berinvestasi dilakukan pada saat menjelang tua atau ketika memiliki uang yang terbilang banyak. Perlu manajemen untuk mempersiapkan masa pensiun.

“Tidak sedikit nasabah atau masyarakat yang berinvestasi ketika mereka tua atau ketika mempunyai uang dalam jumlah banyak. Padahal, semakin awal nasabah perempuan berinvestasi, maka akan semakin baik. Kan, sekarang sudah banyak jenis instrumen investasi yang dapat dipilih. Sebagai awal, perempuan bisa mulai berinvestasi dengan Citibank Regular Investment Plan (CRIP),” terangnya.

Dia juga menjelaskan, CRIP adalah metode investasi yang mudah, praktis dan fleksibel dengan meninvestasikan uang dengan teratur secara bulanan sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko. Sementara dana nasabah untuk investasi CRIP bisa melalui auto debet dari tabungan setiap bulannya.

“Rata-rata auto debet untuk CRIP adalah Rp6 juta per orang per bulan. Kita merasa lebih baik pakai auto debet, karena langsung dipotong dari tabungan nasabah. Jadi nasabah tidak perlu ribet lagi memikirkan dana investasi. Ini solusi yang tepat untuk kaum wanita,” jelas Harsya.

Khusus nasabah Citibank Indonesia, Harsya mengatakan hanya ada sekitar 12% dari nasabah wanita yang sudah sadar investasi. Kemudian dari keseluruhan nasabah, yang lebih banyak berinvestasi adalah nasabah Citigold yang memiliki saldo rekening minimal Rp500 juta.

Kendati demikian, tambah dia, aspek kehati-hatian yang dimiliki perempuan ini justru baik. Pasalnya, membuat investasi yang dilakukan perempuan berbuah hasil yang manis. “Walau demikian, aspek kehati-hatian ini dapat menghindari perempuan dari keputusan investasi yang salah, seperti herding, overconfidence, dan naïve diversification,” pungkas Harsya.