Kejar Pertumbuhan, Express Taxi Akuisisi Express Mulia Kencana

Targetkan Leader Market

Kamis, 04/10/2012

NERACA

Jakarta – Ambisi PT Express Trasindo Utama menjadi perusahaan taksi terkemuka di Jakarta Tangerang, Depok dan Bekasi (Jadetabek) terus dilakukan penambahan armada dan termasuk mengakuisisi perusahaan taksi pasca perseroan mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO)..

Direktur Keuangan PT Express Trasindo Utama, David Santoso mengatakan, perseroan akan mengakuisisi PT Ekspres Mulia Kencana. Dimana dengan mengakuisisi ini bakal mendongkrak pertumbuhan perseroan, “Rencana akuisisi ini akan dilakukan perusahaan pasca melantai di bursa 5 November 2012 ini,”katanya di Jakarta, Rabu (3/10).

Dia mengatakan, dana yang digunakan untuk akuisisi tersebut diambil dana hasil IPO perusahaan sebesar 16%. Saat ini market share perseroan mencapai 35% dari pasar taksi nasional. Sedangkan PT Ekspres Mulia Kencana adalah perusahaan yang tidak terafiliasi dengan perseroan namun memiliki lini usaha yang sejenis dengan perseroan.

Harga Saham Perdana

Kemudian untuk IPO sendiri, perusahaan menawarkan harga saham perdana berkisar Rp 440-Rp 860 per lembar saham dengan branck mark perusahaan yang sejenis di luar negeri. Kata Head Of Investment Banking PT Mandiri Sekuritas Dadang Suryanto, dasar penentuan harga penawaran saham ditentukan berdasarkan perbandingan rasio per pendapatan dengan perbandingan perusahaan sejenis yang telah tercatat di bursa regional. Pasalnya, di Indonesia memang ada perusahaan yang memiliki lini bisnis yang sama dengan perseroan namun pergerakan sahamnya tidak likuid ditransaksikan investor. “Perusahaan sejenis di Bursa Indonesia memang ada, namun kebetulan sizenya tidak likuid, makanya kami bandingkan dengan yang perusahaan sejenis di bursa regional yang rata-rata PER-nya sekitar 11,4 kali. Jadi PER yang kami tawarkan sekitar 7 kali-12 kali,” ungkap Dadang.

PT Express Transindo Utama menargetkan dapat memperoleh dana berkisar Rp462,56 miliar hingga Rp904,10 miliar dari hasil penawaran umum perdananya. Perseroan akan menggunakan sebagian besar dana hasil IPO untuk ekspansi usaha.

Selain itu, perseroan berencana menawarkan IPO di pasar domestik dan juga akan melakukan penawaran di luar negeri. Perseroan juga memiliki program pelepasan saham ke investor yang memiliki opsi MESA dan MESOP.

Sementara Direktur Utama Express Transindo Utama, Daniel Podiman mengatakan, sekitar 63% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi reguler dan perangkat pendukung lainnya. Sekitar 20% untuk pembayaran pokok pinjaman perseroan dan sekitar 16% untuk mengakuisisi perusahaan target yakni PT Express Mulia Kencana.

Tambah Pangkalan

Kemudian perseroan juga berencana menambah 4 pool (pangkalan) taksi reguler di Bekasi dan Depok sehingga hingga akhir tahun sehingga menjadi 24 pool taksi regular, “Kita menambahkan 4 pool taksi di Bekasi dan Depok, dan sekarang tinggal satu pool taksi lagi di Depok yang belum dibangun, jadi total 24 pool taksi," kata Daniel Podiman.

Rencana pembangunan pool ini untuk lebih meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasional perusahaan. Saat ini, PT Express Transindo Utama masih menetapkan penghasilan terbesar perusahaan atau sekitar 90% pendapatan dari reguler taxi dan sisanya mengandalkan dari taxi premium dan jasa transportasi lain.

Saat ini perseroan telah mengoperasikan lebih dari 7000 unit taksi reguler dengan target lebih dari 8.000 unit pada akhir tahun 2012. Namun melalui perusahaan mitra, taxi premium mengoperasikan sebanyak 65 unit yang beroperasi di Jadetabek dan 120 unit VATB (value added transport business) yang berada di Jakarta, Bali dan Lombok.

Berdasarkan catatan laporan keuangan per April 2012, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp28,4 miliar. Pada tahun 2011 laba bersih perusahaan mencapai Rp60,2 miliar sedangkan pendapatan perseroan sebesar Rp338,4 miliar mengalami peningkatan sebeasar 54% dibandingkan 2010 sebesar Rp219,3 miliar.

Asal tahu saja, setoran harian Taksi Express bisa mencapai Rp 1,88 miliar. Menurut Direktur Utama Express Group, Daniel Podiman, pihaknya mendapat setoran harian dari para mitra dalam hal ini sopir taksi, sebesar Rp 235.000. Dengan jumlah armada di 2012 yang mencapai 8.000 unit ini, bisa dipastikan omset perusahaan mencapai Rp 1,88 miliar. "Setoran hariannya Rp 235.000 per unit. Kalau totalnya tinggal hitung saja, kita punya armada 8.000 unit sampai akhir tahun ini," tuturnya.

Setoran ini masih ditambah biaya pencadangan suku cadang Rp 40.000 per hari. Namun tidak masuk dalam pencatatan pendapatan, termasuk pendapatan harian Taksi Express di lini usaha rental dan taksi mewah. (bani)