Sentimen Global Picu Harga Emas Dalam Area Konsolidasi

NERACA

Jakarta – Masih terus terpukulnya harga komoditas dipicu sentimen krisis ekonomi global, memberikan dampak berarti bagi harga emas yang turut terkoreksi. Kali ini, kenaikan harga emas kembali tertahan. Pasalnya, kabar dari Spanyol bahwa negeri itu tidak akan mengajukan permintaan dana bailout dari Uni Eropa pekan ini, menahan laju penguatan "risk instrument" termasuk emas.

Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dalam risetnya di Jakarta, Rabu mengungkapkan, emas masih dalam area konsolidasi dengan "support" terdekat di kisaran 1.763, yang diperkirakan mampu menahan penurunan lebih dalam dengan potensi target ke area 1.780-1.790.

Namun menurutnya, bila 'support' itu tembus, emas akan terkoreksi lebih dalam ke area sekitar 1.752. Data yang ditunggu pada perdagangan Rabu, menurut Ariston, adalah data indeks PMI aktivitas sektor jasa di Inggris yang masih menunjukkan ekspansi (di atas angka 50), data perubahan tenaga kerja AS yang dihitung oleh ADP (dengan prediksi adanya penambahan 148 ribu) dan data indeks PMI aktivitas sektor jasa di AS yang juga masih menunjukkan ekspansi (dengan prediksi 53,4). "Bila data-data tersebut melemah di bawah perkiraan pasar, harga emas sebagai salah satu 'risk instrument' akan melemah juga," katanya.

Sebelumnya, Selasa (2/10) harga emas dunia ditutup melemah setelah para investor merespons pernyataan PM Spanyol terkait dengan dana talangan. Selain itu, aksi ambil untung juga ikut memberikan tekanan pada emas.

Pernyataan dari Charles Evans, presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Senin (1/10), memberikan jalan bagi emas untuk menuju level tertinggi sejak akhir Februari. Pada perdagangan Selasa, emas untuk kontrak Desember melorot US$ 7,70 atau 0,4% menjadi US$ 1.775,60 per troy ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange.

Investor merespons laporan dari Reuters bahwa Spanyol siap untuk mengajukan talangan dari Uni Eropa. Sementara laporan lainnya menyebutkan bahwa PM Spanyol Mariano Rajoy membantah akan mengajukan dana talangan.

Dari situasi ini kemudian para pelaku pasar bertaruh bahwa euro akan menguat dan dolar melemah, sehingga memberikan dorongan bagi emas. Adapun indeks dolar diperdagangkan di 79,635, turun dari 79,796 pada perdagangan sehari sebelumnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gelar TTI Business Forum - Krista-Hippindo Promosikan Investasi ke Ratusan Investor

Krista Exhibitions bersama Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) kembali menyelenggarakan Trade, Tourism & Invesment Business Forum (TTI) 2020. Forum…

Bank BUMN Mulai Bagikan Dividen Jumbo

NERACA Jakarta – Musim dividen akan segera dinikmati para investor seiring dengan beberapa emiten yang mencatatkan kinerja keuangan sepanjang tahun…

Sikapi Harga Saham Anjlok - Totalindo Berikan Klarifikasi Ke Investor

NERACA Jakarta –Memenuhi panggilan dan permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyikapi penurunan harga saham di luar kewajaran, manajemen PT…