Sempat Molor Lama, BEI Kembali Lelang 5 Kursi Bursa

Kamis, 04/10/2012

NERACA

Jakarta– Sempat tertunda karena sepi peminat, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali umumkan pelelangan saham bursa sesuai dengan ketentuan angka IV.2. peraturan bursa no III-H tentang pelelangan dan pembelian saham bursa.

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (3/10). Rencananya, pelelangan saham akan dilaksanakan secara terbuka pada Kamis 1 November 2012,“Adapun saham yang akan dilelang milik Patalian Water Securindo, United Asia Securitie, Antaboga Deltasekuritas Indonesia, Signature Capital Indonesia dan Sarijaya Permana Sekuritas,” kata Direktur Utama BEI Ito Warsito.

Sebelumnya BEI berencana melakukan lelang kursi anggota bursa sejak Juli 2012, namun lelang kursi anggota bursa ditiadakan karena belum ada anggota bursa yang belum memenuhi persyaratan untuk lelang kursi anggota bursa.

Direktur Perdagangan dan Kepatuhan Anggota BEI, Samsul Hidayat, mengatakan tidak adanya lelang tidaklah sama dengan terjadi lelang namun tidak terjadi kesepakatan. “Lelang ditiadakan karena memang tidak ada pesertanya. Jadi tidak masuk perhitungan batas enam kali pelaksanaan lelang,” tambahnya.

Ketiadaan peserta ini tentu menimbulkan pertanyaan, pasalnya sebelumnya beberapa perusahaan efek baik asing maupun lokal telah menyatakan minatnya untuk menjadi anggota bursa, menjadi peserta lelang dan memenuhi persyaratannya. Beberapa perusahaan efek tersebut adalah PT Monex Investindo, PT Peak Securities, dan satu perusahaan efek asal India, Religare Securities Ltd.

Asal tahu saja, ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APE) Lily Widjaja pernah bilang, lelang anggota bursa berulang kali tidak dilakukan karena persyaratannya dinilai lebih berat dan bukan karena sepi peminat dari perusahaan efek asing dan lokal, “Banyak asing yang minat, tetapi belum siap memenuhi persyaratan karena lelang anggota bursa harus ada persyaratannya. Seperti harus memiliki remote trading. Saat ini persyaratan mengikuti lelang lebih berat,"ungkapnya.

Menurutnya, investor asing sebenarnya tertarik masuk ke bisnis perusahaan efek. Hal itu dikarenakan asing ingin merepresentasikan perwakilannya di setiap negara. Indonesia juga dilihat sebagai tempat menarik untuk investasi.

Selain itu, investasi asing di perusahaan efek dapat membuat lebih banyak riset mengenai Indonesia, sehingga berdampak positif untuk order transaksi perdagangan saham di pasar modal Indonesia. "Harapannya bisa lebih gencar untuk membuat riset tentang Indonesia sehingga order meningkat. Mereka jadi fokus dan memperhatikan Indonesia dan mendorong investasi di Indonesia lebih banyak," katanya.

Kata Lily, saat ini book value bursa memang telah mahal dan berdampak terhadap harga lelang kursi anggota bursa sebesar Rp15 miliar. Namun harga kursi anggota bursa cukup menarik bagi anggota bursa yang menjual kursi anggotanya, karena bila kursi anggota bursa tersebut tidak laku maka BEI akan membelinya dengan harga nominal sekitar Rp135 juta. (bani)