Sempat Molor Lama, BEI Kembali Lelang 5 Kursi Bursa

NERACA

Jakarta– Sempat tertunda karena sepi peminat, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali umumkan pelelangan saham bursa sesuai dengan ketentuan angka IV.2. peraturan bursa no III-H tentang pelelangan dan pembelian saham bursa.

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (3/10). Rencananya, pelelangan saham akan dilaksanakan secara terbuka pada Kamis 1 November 2012,“Adapun saham yang akan dilelang milik Patalian Water Securindo, United Asia Securitie, Antaboga Deltasekuritas Indonesia, Signature Capital Indonesia dan Sarijaya Permana Sekuritas,” kata Direktur Utama BEI Ito Warsito.

Sebelumnya BEI berencana melakukan lelang kursi anggota bursa sejak Juli 2012, namun lelang kursi anggota bursa ditiadakan karena belum ada anggota bursa yang belum memenuhi persyaratan untuk lelang kursi anggota bursa.

Direktur Perdagangan dan Kepatuhan Anggota BEI, Samsul Hidayat, mengatakan tidak adanya lelang tidaklah sama dengan terjadi lelang namun tidak terjadi kesepakatan. “Lelang ditiadakan karena memang tidak ada pesertanya. Jadi tidak masuk perhitungan batas enam kali pelaksanaan lelang,” tambahnya.

Ketiadaan peserta ini tentu menimbulkan pertanyaan, pasalnya sebelumnya beberapa perusahaan efek baik asing maupun lokal telah menyatakan minatnya untuk menjadi anggota bursa, menjadi peserta lelang dan memenuhi persyaratannya. Beberapa perusahaan efek tersebut adalah PT Monex Investindo, PT Peak Securities, dan satu perusahaan efek asal India, Religare Securities Ltd.

Asal tahu saja, ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APE) Lily Widjaja pernah bilang, lelang anggota bursa berulang kali tidak dilakukan karena persyaratannya dinilai lebih berat dan bukan karena sepi peminat dari perusahaan efek asing dan lokal, “Banyak asing yang minat, tetapi belum siap memenuhi persyaratan karena lelang anggota bursa harus ada persyaratannya. Seperti harus memiliki remote trading. Saat ini persyaratan mengikuti lelang lebih berat,"ungkapnya.

Menurutnya, investor asing sebenarnya tertarik masuk ke bisnis perusahaan efek. Hal itu dikarenakan asing ingin merepresentasikan perwakilannya di setiap negara. Indonesia juga dilihat sebagai tempat menarik untuk investasi.

Selain itu, investasi asing di perusahaan efek dapat membuat lebih banyak riset mengenai Indonesia, sehingga berdampak positif untuk order transaksi perdagangan saham di pasar modal Indonesia. "Harapannya bisa lebih gencar untuk membuat riset tentang Indonesia sehingga order meningkat. Mereka jadi fokus dan memperhatikan Indonesia dan mendorong investasi di Indonesia lebih banyak," katanya.

Kata Lily, saat ini book value bursa memang telah mahal dan berdampak terhadap harga lelang kursi anggota bursa sebesar Rp15 miliar. Namun harga kursi anggota bursa cukup menarik bagi anggota bursa yang menjual kursi anggotanya, karena bila kursi anggota bursa tersebut tidak laku maka BEI akan membelinya dengan harga nominal sekitar Rp135 juta. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham IKAI Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati perkembangan pola transaksi saham PT Intikeramik Alamsari Industri Tbk (IKAI). Hal…

BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting)…

BEI Sayangkan Masih Listing di Negara Lain - Miliki Return Investasi Tinggi

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pasar modal menjadi ketertarikan investor asing menanamkan modalnya tanah air, namun ironisnya masih ada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…