Sistim Pendidikan Terbaik di Dunia

Finlandia Berhasil Membuat Semua Siswa Cerdas

Sabtu, 06/10/2012

NERACA

Finlandia, negara yang terletak di Eropa Utara ini tercatat sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.

Peringkat nomer wahid di dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Melalui tes yang dikenal dengan nama PISA, kemampuan siswa di bidang sains, membaca, dan juga matematika diukur.

Lantas apa rahasia yang membuat Finlandia menjadi terdepan dalam pendidikan di dunia? Finlandia tidaklah menekan siswanya dengan tambahan jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau membombardir siswa dengan berbagai tes.

Majunya pendidikan suatu bangsa berasal dari tingginya mutu para guru-guru di bangsa tersebut. Guru-guru Finlandia adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, di mana menjadi seorang guru adalah pekerjaan terhormat di negeri ini.

Satu hal yang unik adalah para guru di Finlandia diberi kewenangan sendiri unutk menciptakan suasana mengajar dan isi pembelajaran dan tidak disibukkan dengan target tertentu oleh pihak sekolah. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri.

Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Finlandia tercatat sebagai negara dengan waktu belajar tersingkat di dunia dibandingkan dengan negara maju lainnya yaitu 4-5 jam per hari. Tidak ada istilah UN di Finlandia.

Anak-anak Finlandia belajar menentukan minat mereka masing-masing saat akan memasuki bangku kuliah, dan ini akan terus diarahkan oleh guru sejak masa sekolah menengah.Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, ini membantu siswa belajar bertanggung jawab atas pekerjaan mereka sendiri. Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan.

Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan.

Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan perilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai.

Kepedulian pemerintah. Pemerintah Finlandia mengeluarkan banyak biaya untuk kemajuan pendidikan negaranya dengan sekolah gratis 9 tahun, bahkan sekolah swasta diberi dana oleh pemerintah agar dapat menyelenggarakan pendidikan gratis. pemerintah juga turut andil dalam menumbuhkan minat baca pada rakyatnya dengan memberikan buku gambar gratis kepada pasangan orang tua baru, perpustakaan yang dapat diakses dengan mudah dan fasilitas pendidikan lainnya.