Berau Tidak Tahu Rencana Audit Investigasi Bumi Plc

Kinerja Tidak Terpengaruh

Rabu, 03/10/2012

NERACA

Jakarta – PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) yang merupakan anak usaha dari Bumi Resources yang juga anak usaha dari Bumi Plc, merasa tidak pernah diberitahu soal investigasi yang dilakukan Bumi Plc, sampai akhirnya mereka menggelar konferensi pers di London kemarin.

Direktur Utama BRAU Rosan P. Roeslani mengatakan, dirinya tidak mengetahui sama sekali rencana audit investigasi yang akan dilakukan Bumi Plc terhadap anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk dan PT Berau Coal Energy Tbk, “Memang saya anggota Board di Bumi Plc, tetapi saya sama sekali tidak diberi tahu soal rencana audit investigasi tersebut,”katanya di Jakarta, Selasa(2/10)

Dengan nada kesal Rosan ceritakan, sempat berada di London, Inggris pada 6 September 2012. Di sana ia bertemu dengan Chairman Audite Committee Bumi Plc, namun tidak ada wacana audit investigasi atau penyidikan tersebut. “Bahkan saat itu mereka bilang ke saya “Berau is perfect”,” tandasnya.

Demikian pula setibanya di Tanah Air, kata Rosan, ia tidak mendengar atau mendapatkan kabar apa pun soal rencana audit investigasi tersebut. Sampai akhirnya ia mengetahui tentang rencana audit itu dari pers release yang dikeluarkan Bumi Plc.

Oleh karena itu, dirinya menyayangkan adanya konferensi pers Bumi Plc kemarin, karena perusahaan induknya tersebut sebenarnya belum melakukan investigasi independen terhadap mereka. "Kami sudah mengirim surat resmi kepada mereka (Bumi Plc) untuk mengetahui apa yang dimaksud oleh mereka. Yang dipaparkan di sini harusnya sama dengan di sana (London), kepada publik juga harus sama. Kami tidak tahu persis apa yang disampaikan oleh pers rilis di sana. Msh mnggu jwbn dr srt berau kpd bumi plc," tuturnya.

BRAU masih menunggu jawaban dari surat resmi untuk Board of Director Bumi Plc yang baru mereka kirimkan pada 1 Oktober 2012 kemarin. "Jawaban itu akan memberikan kita klarifikasi, jadi tidak simpang siur, untuk masyarakat dan pasar modal. Respon positif atau negatif nanti akan kita sampaikan (ke publik) karena kita sangat menjunjung tinggi asas keterbukaan," paparnya.

Dia juga berharap bahwa berita negatif yang sedang beredar mengenai BRAU cepat selesai dan tidak akan berpengaruh besar kepada kinerja perseroan ini ke depannya, “Kami berharap ini bisa selesai dan ada outcome positif. Kami berkonsentrasi penuh bekerja di company, dan berusaha menjaga value of company yang turun signifikan karena ada brita ini. Kita diaudit Price Water Coopers (PWC) di 2011, kemudian dapat WTP. Jadi kalau di pers rilis ada irregularities, itu sepertinya tidak mungkin, karena kita sudah diaudit oleh PWC yang merupakan salah satu firma terbaik di dunia yang pasti menjaga kredibilitasnya," imbuhnya.

Selain itu, dia juga mengeaskan, rating perusahaan BRAU tidak turun, namun yang turun hanya rating outlook-nya hanya. "Rating outlook dari positif ke negatif, karena harga batubara yg menurun, tapi rating perusahaan tetap BB-," ujarnya.

Seperti diketahui, pernyataan Bumi Plc akan mengaudit anak usahanya di Indonesia ini sempat membuat turun harga saham Berau Coal Energy yang listing di Bursa Efek Indonesia dengan kode BRAU. (lia)