Jaga Kinerja Keuangan, Bukopin Perkokoh Segmen UKM

Gandeng Jamsostek

Rabu, 03/10/2012

NERACA

Jakarta – Persaingan industri perbankan semakin ketat, maka tidak mau tergilas ditengah persaingan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) terus menjaga segmen pasarnya di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Bahkan untuk meningkatkan kinerja keuangan, perseroan kini mengandeng PT Jamsostek (Persero) untuk menggenjot pertumbuhan laba pada semester kedua 2012.

Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi mengatakan, kerjasama dengan Jamsostek (Persero) berupa pengembangan UKM di Kabupaten Kampar. “Bank Bukopin akan menjadi mitra pembangunan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mendukung program zero kemiskinan Kabupaten Kampar melalui pengembangan system koperasi berbasis Swamitra, “katanya di Jakarta.

Saat ini program SWAmitra telah mengelola dana sebesar Rp.1,39 triliun yang tersebar di 603 titik layanan SWAmitra di Indonesia. Diharapkan dengan kerjasama ini pertumbuhan laba akan meningkat 30% dari tahun lalu. Maka dampak dari aksi korporasi tersebut, beberapa analis memperkirakan saham Bank Bukopin akan menuju ke level Rp. 800 dalam waktu dekat.

Menurut kajian E-Trading Securities, ekspansi kredit PT Bank Bukopin Tbk terutama pada segmen UKM, komersial dan consumer dapat menjadi alternatif strategi dalam meningkatkan kinerja keuangannya. Namun demikian, penerapan manajemen risiko yang baik mutlak diperlukan sehingga kualitas kredit yang tercermin pada rasio NPL dapat tetap terkendali. Efisisensi guna meningkatkan margin keuntungan juga merupakan alternatif strategi bisnis yang bisa diperhitungkan BBKP ke depannya.

Kinerja Semester I-2012

Sepanjang semester pertama 2012, perseroan mencatatkan pendapatan bunga bersih tumbuh 15,43% menjadi Rp1,13 triliun dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp0,9 triliun.

Kemampuan memperoleh laba juga didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Non Bunga sebesar 16% pada semester I-2012 menjadi Rp332 miliar dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp286 miliar. “Strategi pertumbuhan kami tidak berhenti pada inovasi, intensifikasi dan diversifikasi produk serta layanan perbankan Bukopin. Pertumbuhan tersebut juga ditopang keberhasilan Manajemen untuk melakukan efisiensi biaya yang tercermin dari meningkat rasio CIR Perseroan menjadi 60,20% dan BOPO di kisaran 80,79%,” kata Glen Glenardi.

Peningkatan kredit dan laba tetap diikuti oleh stabilnya dan membaiknya manajemen risiko yang tercermin pada penurunan NPL. NPL Gross turun jadi 2,74% dari 3,04% di Juni 2011. Sementara itu CAR juga naik jadi 16,26% dari 14,74%. Hingga enam bulan pertama 2012 aset Bank Bukopin asset tumbuh 22,62% menjadi Rp 60,66 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 52,53 triliun.

Dia juga menuturkan, untuk semester II perseroan akan terus melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan baik secara organik maupun non-organik dengan mengutamakan asas kehati-hatian (prudent) dan memperhatikan situasi krisis global. “Kami menargetkan masuk dalam 10 besar bank nasional berdasarkan profit dalam lima tahun mendatang," ujarnya.

Selain itu, dari laba bersih 2011 sebesar Rp738 miliar, perseroan akan membagi dividen sebesar 30% senilai Rp221,44 miliar atau sekitar Rp28 per saham. Rasio pembagian dividen tahun buku 2011 meningkat jika dibandingkan dengan rasio pembagian dividen pada tahun buku 2010 yakni sekitar 27% atau setara dengan Rp172,4 miliar atau Rp21,6 per saham. (bani)