Citi Kucurkan US$18,5 Juta ke Bank Andara

Bantu Pengembangan LKM di Indonesia

Rabu, 03/10/2012

NERACA

Jakarta - Bank Andara mendapat fasilitas kredit sebesar US$18,5 juta bertenor lima tahun dari Citibank Indonesia, dengan Overseas Private Investment Corporation (OPIC) sebagai lembaga penjamin pinjaman. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi kredit perseroan yang fokus di segmen kredit usaha mikro.

Presiden Direktur Bank Andara, David Yong menjelaskan, pembiayaan ini sangat bermanfaat dalam memenuhi misi penyertaan keuangan (financial inclution) melalui penerapan Wholesale Financial Institutions secara eksklusif.

"Kami terus mencari tambahan dana melalui jaringan dalam negeri, termasuk lembaga, yayasaan dan perorangan. Sampai Juni 2012 kami telah menyelesaikan fasilitas kredit lain dari lembaga perbankan domestik dan juga memperooleh tambahan modal dari pemegang saham," kata David di Jakarta, Selasa (2/10).

Untuk microbanking, David mengatakan sudah memiliki partner 600 LKM (lembaga keuangan mikro). Jadi pinjaman ini untuk meningkatkan ekspansi bisnis perseroan. Menurut dia, perseroan akan mencairkan fasilitas pinjaman tersebut dalam dua tahap, di mana untuk tahap pertama sebesar Rp88 miliar, dan tahap berikutnya akan dicairkan enam bulan kemudian seiring dengan penyaluran seluruh dana tahap satu.

Pada tahap pertama ini, pihaknya akan langsung menyalurkan dalam bentuk pembiayaan kepada 50 sampai 60 BPR (Bank Perkreditan Rakyat) dan Koperasi yang ada di seluruh Indonesia yang sudah menjadi nasabah bank ini.

“Kalau kita melihat secara rata-rata (kredit yang diberikan), yang kita berikan ke BPR dan Koperasi adalah sebesar Rp1 miliar sampai Rp2 miliar. Namun kita juga pernah memberikan kredit sampai Rp5 miliar kepada BPR atau Koperasi, tapi dengan syarat BPR atau Koperasi itu harus sudah kuat atau berjalan beberapa tahun, kualitas portofolionya bagus, dan prospek mereka ke depan cerah,” tuturnya.

Bank Andara sendiri memang mempunyai fokus strategi terhadap penyaluran pemberian kredit kepada lembaga keuangan mikro (LKM) yang menekankan dukungan kepada pengentasan kemiskinan.

”Landasan perbankan transaksional kami, AndaraLink, telah menunjukkan pertumbuhan yang sehat dengan jumlah keanggotaan saat ini yang sudah mencapai 300 LKM, yaitu BPR dan koperasi. Kami memiliki sistem dan perangkat yang dapat membedakan profil resiko dari berbagai LKM dan portofolio kami cukup rinci, baik secara geografis maupun dalam jenis nasabah,” papar dia.

Sebagai informasi, portofolio penyaluran kredit Bank Andara sudah bertumbuh dua kali lipat pada tahun ini. Dari yang awal 2012, baru menyentuh angka Rp450 miliar, sekarang sudah Rp800 miliar. Dan di akhir tahun nanti, bank ini menargetkan penyaluran kredit kepada LKM sampai sebesar Rp1 triliun.

Sementara Kunardy Lie selaku Head of Corporate and Investment Citi Indonesia, menilai pihaknya merasa bahwa sektor pembiayaan mikro di Indonesia sedang berkembang pesat, namun masih ada jutaan usaha kecil yang tidak memiliki akses ke pembiayaan itu, bahkan ke perbankannya juga.

”Melalui Bank Andara yang berfokus memberikan pinjaman mikro, kami berkomitmen untuk selalu berusaha menjangkau populasi yang belum mendapatkan layanan perbankan,” pungkasnya.