Kadin Minta Pemerintah Bentuk Lembaga Investasi Sekelas Temasek

Rabu, 03/10/2012

NERACA

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta pemerintah membentuk lembaga investasi yang khusus untuk mengakuisi perusahaan-perusahaan potensial di luar negeri. Lebih terangnya, Kadin ingin pemerintah membentuk lembaga investasi atau Indonesia Investment Fund (IIF) sekelas Khazanah di Malaysia atau Temasek di Singapura.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membentuk lembaga yang bakal berfungsi sebagai lembaga investasi yang bakal memperluas cakupan bisnis pemerintah hingga ke luar negeri. “Kadin menyampaikan usulan agar pemerintah membentuk lembaga yang bertugas mengelola apa yang kami sebut sebagai 'Indonesian Investment Fund' seperti Khazanah di Malaysia maupun Temasek di Singapura," ungkap Suryo dalam pidato di Rapimnas Kadin yang dihadiri Presiden SBY di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (2/10).

Suryp menjelaskan, lembaga investasi sekelas Khazanah dan Temasek ini diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tengah perdagangan bebas yang terjadi. Di tengah kancah pasar bebas, baik secara regional maupun global, Indonesia memang tidak mungkin menghindar dari arus pasar bebas yang sudah merupakan tren yang sulit dihindari.

"Kita tidak boleh menjadi penonton saja sementara lembaga serupa di luar negeri mengakuisisi aset-aset kita yang terbaik seperti perbankan, telekomunikasi, pertambangan, perkebunan, dan bahkan penerbangan kita. Sebagai contoh yang kami usulkan, apakah salahnya apabila pemerintah melalui Bulog misalnya mengakuisisi perkebunan kedelai atau gula di Brasil, atau Pertamina membeli kilang minyak, ataupun Aneka Tambang mengambil alih smelter yang dapat mengolah hasil tambang kita," paparnya.

Lebih jauh Suryo mengatakan, lembaga investasi yang dia maksud untuk memanfaatkan peluang-peluang investasi di luar negeri yang sangat strategis, relatif murah, dan menguntungkan bagi kepentingan bangsa, seperti peluang akuisisi aset-aset di Eropa. "Perlu kami laporkan bahwa dengan terjadi kelesuhan ekonomi global saat ini, maka banyak aset strategis di beberapa negara Eropa yang sangat menarik untuk diakuisisi," tandasnya.

Proyek APBN

Selain itu, Suryo juga meminta Presiden SBY untuk memberikan proyek pemerintah pusat dan daerah dengan nilai di bawah Rp 25 miliar kepada pihak swasta. Menurut dia, sejauh ini memang ada permohonan kepada pemerintah agar proyek-proyek APBN dan APBD dengan nilai kurang dari Rp 25 miliar seluruhnya diserahkan kepada pihak swasta tanpa menyertakan BUMN atau BUMD. Sementara jika pengusaha daerah belum mampu mengerjakan proyek-proyek, maka bisa menjalin kemitraan dengan pengusaha nasional.

"Kami sangat menghargai bahwa bapak Presiden sering mengingatkan kami agar dunia usaha jangan lengah dalam keberhasilan ekonomi dewasa ini serta tetap kreatif dan inovatif dalam mengatasi berbagai masalah yang masih menghadang pertumbuhan. Dalam rangka mengatasi berbagai masalah yang masih menghadang pertumbuhan tersebut, maka Kadin memusatkan perhatian pada upaya peningkatan pembangunan perekonomian daerah melalui penguatan dunia usaha di daerah," jelas Suryo.

Pada kesempatan yang sama, Presiden SBY memberikan sejumlah pesan kepada para pengusaha. SBY menghimbau pengusaha lokal agar tak takut menghadapi perdagangan bebas. "Bangun daya saing, ketahanan ekonomi dan industri yang jauh lebih naik. Kalau ini kita bangun, 10-15 tahun ke depan kita tidak usah takut. Menghadapi pasar bebas, menghadapi AFTA, karena kita siap," jelas SBY.

Selain itu, SBY juga mendorong untuk meningkatkan investasi di seluruh Indonesia. SBY menjelaskan, jika program MP3EI bisa dilaksanakan dengan benar, maka hampir pasti pembangunan di Jawa dan di luar Jawa akan meningkat. Di samping itu, SBY juga berharap agar Kadin benar-benar bisa membuat peluang bisnis di dalam negeri. "Selain kreatif dan kritis, saudara saudara bisa menjadi mitra negara-negara lain, sekarang ini dunia usaha tidak menjadi macan kandang," katanya.

Dikatakan SBY, pengusaha lokal harus lebih banyak terjun ke sektor pangan dan energi. Apalagi saat ini isu pangan dan energi menjadi isu global yang menjadi konsen banyak negara. Saat ini, kata SBY, banyak negara yang ingin mengajak kerjasama di bidang perdagangan dan pembangunan. "Saya ingin anda rajin baca hasil survei tentang Indonesia dengan penilaian yang objektif. Semua studi mengatakan, prospek perekonomian Indonesia di negeri mendatang cepat tinggi," kata Presiden.