Krisis Memaksa Teori Ekonomi Dunia Berubah

NERACA

Jakarta - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, teori ekonomi dunia akan berubah setelah ada krisis, yang menurutnya berbeda dengan teori ilmu terapan seperti TI dan ilmu kedokteran yang setiap saat berubah jika ada penemuan baru.

Krisis ekonomi global saat ini merupakan saat yang tepat untuk memodifikasi teori ekonomi yang ada. Jika para pakar teknologi menggunakan laboratorium untuk menguji teorinya, krisis ekonomi harus dijadikan laboratorium bagi para ekonom dunia.

Hal ini disampaikan JK saat menjadi pembicara kunci malam ramah tamah peserta pertemuan Club of Rome yang diadakan di Ballroom Le Diplomate Hilton Hotel Bucharest, Rumania Senin 01/10 malam waktu setempat atau selasa 02/10 dinihari WIB.

Menurut JK, ilmu selalu dinamis, khususnya teknologi. Kalau ilmu social, seperti ekonomi, selalu terjadi perputaran atau semacam circle. Kalau ilmu teknologi, pergerakannya adalah ke arah yang lebih cepat, lebih baik, efesien, dan murah. Kalau ekonomi hanya berputar antara tesis dan anti tesis.

"Berbeda dengan teknologi yang berkembang saat ekonomi booming, ilmu ekonomi justru berkembang saat krisis terjadi. Para ekonom mencoba menemukan konsep baru untuk merespons krisis. Sama dengan munculnya teori oleh Keynes, Friedman dan Krugman, krisis ekonomi global saat ini merupakan saat yang tepat untuk memodifikasi teori ekonomi yang ada," tambah JK.

Dia menjelaskan bahwa yang paling cepat berubah adalah ilmu TI yang berkembang 100 persen setiap 18 bulan. “Artinya, setiap 18 bulan, kekuatan komputer akan berkembang 2 kali lipat, telepon seluler juga berkembang 2 kali lipat kemampuannya, sementara harganya turun setengahnya setiap 18 bulan,” kata JK.

Dalam pidatonya, JK menguraikan berbagai tantangan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di dunia pada umumnya, dan Indonesia pada khususnya. "Pemerintah di berbagai negara perlu lebih tegas mengatur perekonomian. Ekonomi pasar sebenarnya bagus, tetapi tanpa manajemen oleh pemerintah, berbagai dampak negatif akan terjadi. Ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan merupakan salah satu contohnya," ulas JK.

Dalam acara jamuan santap malam yang diselenggarakan tokoh-tokoh Club Of Rome ini, JK "dinobatkan" menjadi bintang dari Asia oleh Presiden Club of Rome Ebenhard Von Koerber. Hadir dalam acara ini pendiri dan beberapa tokoh the Club of Rome, di antaranya mantan Perdana Menteri Rumania yang kini menjabat Gubernur Bank Central Rumania Mugur Isarescu, Dennis Meadows penulis "The Limit to Growth", Anders Wijkman penulis buku “Bankrupting Nature” dan Jorgen Randers, penulis "2052: A Global Forecast for the Nest 40 years”.

BERITA TERKAIT

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

Pengaruh Pilkada 2018 ke Ekonomi

  NERACA   Jakarta - Lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti pengaruh pemilu kepala daerah…

Media Asing Soroti Kebijakan Polkam dan Ekonomi RI

NERACA Jakarta - Hasil riset yang dilakukan oleh Indonesia Indicator (I2) menyebutkan, kinerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang telah melewati…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…