IHSG Masih Melanjutkan Penguatan Kemarin

Rabu, 03/10/2012

NERACA

Jakarta – Masih berlanjutnya aksi beli selektif di saham-saham lapis dua telah membawa indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa ditutup menguat 20,546 poin (0,48%) ke level 4.256,839. Sementara Indeks LQ45 naik 4,712 poin (0,65%) ke level 730,710. Kendatipun demikian, aksi jual investor asing juga terjadi dan menghambat laju penguatan indeks lebih tinggi.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG berhasil ditutup menguat didorong oleh sentimen positif dari regional menyusul data manufaktur AS yang tumbuh pada bulan September, “Sentimen indeks juga dipicu data manufaktur kawasan Eropa yang lebih baik dari perkiraan,”katanya di Jakarta, Selasa (2/10) .

Dia menjelaskan, selama tiga bulan sebelumnya manufaktur AS mengalami kontraksi, sehingga pertumbuhan manufaktur September melepaskan sedikit kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi.

Selain itu, lanjut dia, pasar juga merespon data positif dari rendahnya inflasi dalam negeri serta data perdagangan yang surplus setelah selama tiga bulan berturut-turut defisit. Berikutnya, dia memproyeksikan, indeks BEI akan bergerak menguat terbatas pada Rabu (3/10) dengan kisaran "support-resistance" di level 4.220-4.250 poin. Kemudian saham yang layak dikoleksi yakni Gudang Garam (GGRM), Unilever (UNVR), Tower Bersama (TBIG), Charoen Pokphand (CPIN).

Pada perdagangan kemarin, aksi beli banyak dilakukan investor domestik, sementara asing masih melepas saham. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 18,56 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 152.700 kali pada volume 4,333 miliar lembar saham senilai Rp 3,858 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 131 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional gagal memanfaatkan momentum meski dapat sentimen positif dari pasar global, rata-rata jatuh ke zona merah. Bursa saham China, Hong Kong, dan India kemarin tutup menyambut libur nasional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 3.000 ke Rp 152.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 41.850, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 20.350, dan Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 26.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 2.000 ke Rp 240.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 52.250, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 250 ke Rp 5.700, dan Hexindo (HEXA) turun Rp 200 ke Rp 8.300.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 27,579 poin atau 0,65% ke level 4.263,872. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 93.284 kali pada volume 2,352 miliar lembar saham senilai Rp 1,813 triliun. Sebanyak 118 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya (MERK) naik Rp 3.000 ke Rp 152.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 48.900, Unilever (UNVER) naik Rp 300 ke Rp 26.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 52.000, (SGRO) turun Rp 125 ke Rp 2.800, (SCCO) turun Rp 100 ke Rp 5.800.

Sementara diawal perdagangan, IHSG BEI dibuka naik 9,24 poin atau 0,22% ke posisi 4.245,53, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,35 poin (0,32%) ke level 728,35, “Dirilisnya data-data manufaktur AS yang positif mendorong bursa Asia termasuk IHSG berada dalam area positif," kata analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi.

Dia menambahkan, pada perdagangan Selasa (2/10) secara teknikal indeks BEI diperkirakan bergerak berfluktuasi di kisaran 4.215-4.270 poin. Sementara analis Samuel Sekuritas Sally Agustina menambahkan, membaiknya data manufaktur AS menjadikan bursa Asia dibuka menguat mengikuti bursa saham di AS. "Bursa AS ditutup menguat setelah data manufaktur AS kembali berhasil mencatat level di atas 50 yakni 51,1 pada September, kondisi itu berdampak positif pada bursa di kawasan Asia," katanya.

Selain itu, lanjut dia, penguatan juga dikarenakan "capital deficit" perbankan Spanyol hanya akan mencapai 59,3 miliar euro, atau lebih kecil dari kapasitas "bailout" yang disepakati kepada Spanyol sebesar 100 miliar euro.

Diawal perdagangan, bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 78,09 poin (0,38%) ke level 20.840,38, indeks Nikkei-225 naik 13,83 poin (0,35%) ke level 8.809,02, dan Straits Times menguat 9,25 poin (0,30%) ke level 3.066,95. (bani)