Indofarma Pasarkan 15 Jenis Obat Ke Kazakhstan di 2013

NERACA

Jakarta –Sebagai langkah awal rencana pembangunan pabrik di Kazakhstan, PT Indofarma Tbk (INAF) berencana mengirimkan sekitar 15 jenis obat ke Kazakhstan pada Maret 2013 mendatang dan saat ini masih dalam proses registrasi obat di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kazakhstan.

Direktur Utama Indofarma DJafaruddin Yunus mengatakan, progress pengiriman obat sedang registrasi di BPOM Kazakhstan, “Proses registrasi obat ini membutuhkan waktu enam bulan. Oleh sebab itu, perseroan optimistis dapat memenuhi kebutuhan negara tersebut,”katanya di Jakarta, kemarin.

Selain ke Kazakhstan, Indofarma berniat ekspansi ke kawasan Asia, seperti Kamboja dan Vietnam. Rencananya, Indofarma mengirimkan kurang lebih sembilan jenis obat-obatan. Direktur Riset dan Pemasaran INAF Elfiano Rizaldi menambahkan untuk meningkatkan sekaligus ekspansi penjualan obat-obatan, perseroan menjajaki wilayah Eropa Timur dan sekitarnya.

Sebagaimana diketahui, BUMN farmasi milik pemerintah ini beniat membangun pabrik obat di Kazakhstan. Namun, pihak perseroan mengatakan saat ini yang dilakukan terlebih dahulu ialah trading semua jenis obat-obatan ke bekas negara pecahan Uni Soviet tersebut.

Kata Djakfarudin Junus, pembangunan pabrik baru di Kazakhstan tidaklah semudah membalikkan kedua telapak tangan dan butuh proses yang panjang untuk sampai membangun pabrik disana.

Pembangunan pabrik di Kazakhstan bermula saat pemerintah RI menjalin hubungan diplomatik dengan Kazakhstan. Ternyata Kazakhstan sangat kekurangan obat-obatan. Untuk memenuhi obat-obatan itu masih harus impor dari Cina. Karenanya Indofarma berani mengekspor obat-obatan ke sana.

Pada semester pertama 2012, Indofarma mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp6,139 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat mengalami rugi Rp23,348 miliar. Pencapaian ini didukung oleh keberhasilan perseroan menekan efisiensi bahan baku dan fokus pada pasar non tender.

Indofarma juga mampu meningkatkan penjualan bersih sekitar 24,97% menjadi Rp404,726 miliar dalam enam bulan pertama 2012, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp323,858 miliar. (bani)

Related posts