Mengenal Alat Musik Tradisional Indonesia

Sabtu, 06/10/2012

NERACA

Indonesia memang negara yang sangat kaya dengan kebudayaan dan keanekaragaman seninya. Indonesia memang sudah sangat terkenal dengan bermacam-macam kebudayaan. Namun tetap, menjaga kelestarian kebudayaan bukanlah salah satu pekerjaan yang mudah, apalagi dengan arus budaya masyarakat Barat yang kini telah menyatu dan menjadi kebiasaan masyarakat Timur, hal inilah yang akhirnya penting bagi kita untuk mengenal dan terus memperkenalkan kebudayaan asli Indonesia dan tentunya melestarikan kebudayaannya, agar kelak anak cucu kita tetap mengenal kebudayaan aslinya yang sudah sangat mendunia.

Yang pertama adalah angklung, angklung sendiri adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

Yang selanjutnya adalah suling Sunda, suling ini sudah sangat sering digunakan tidak hanya dalam menciptakan instrumen musik saja, namun yang paling sering terdengar adalah dalam musik dangdut. Suling Sunda juga termasuk alat kesenian asli Bandung yang patut dilestarikan, memainkan suling Sunda yang kelihatannya simple ternyata susah dan butuh keahlian dalam memainkan nada-nadanya. Suling ini terbuat dari bambu, bambunya pun harus bambu pilihan, tidak semua bambu bisa digunakan untuk membuat seruling, sekalipun bisa, suara atau nada yang dihasilkan tidak terlalu baik.

Di salah satu ajang mencari bakat di sebuah televisi swasta, sasando kembali diperkenalkan, dan pemainnya pun bisa membawakan macam-macam jenis lagu modern dan dapat dipadukan dengan musik modern. Sasando sendiri adalah sebuah alat instrumen musik petik. Instumen musik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Konon sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Bentuk sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi.

Dan yang terakhir adalah gamelan, gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Ini adalah hanya contoh dari sekian banyak alat musik tradisional Indonesia yang mendunia, mari bersama-sama kita jaga dan terus kita perkenalkan dan lestarikan alat musik tradisional Indonesia.