Senjata Tradisional Indonesia yang Mendunia

Sabtu, 06/10/2012

Golok (DKI Jakarta)

Salah satu senjata tradisional masyarakat Betawi, yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan sudah menyatu dalam kehidupan mereka. Setiap keluarga Betawi pasti memilikinya, bahkan setiap lelaki pada zaman dahulu selalu membawanya ke manapun mereka pergi, bahkan ada beberapa pantun yang diciptakan berkaitan dengan golok.

Mandau (Dayak, Kalimantan)

Senjata khas suku Dayak ini, lebih menyerupai sebuah pedang karena ukurannya agak panjang. Mandau ini sangat populer bahkan sangat populer sampai ke luar negeri. Tak terbilang berapa banyak turis mancanegara yang membawa senjata 'Mandau' khas suku Dayak ini sebagai suvenir untuk dibawa pulang ke negeri mereka.

Baca juga: Indonesia Tuan Rumah Raid Amazone 2015

Keris (Jawa Tengah)

Senjata khas suku Jawa, khususnya bagi masyarakat Jogja dan Jawa Tengah ini adalah suatu senjata yang mengandung nilai mistis dan sakral. Bagi masyarakat Jawa penganut aliran kejawen, bahkan keris ini dianggap memiliki jiwa dan harus dipelihara, dimandikan bahkan diberi makan.

Rencong (Aceh, Sumatra)

Senjata khas suku Aceh ini lebih menyerupai sebuah pisau karena ukurannya agak pendek. Rencong ini lumayan populer di kalangan bangsa Indonesia, karena bentuknya yang unik. Rencong ini merupakan senjata para bangsawan Aceh pada masa lalu, dan merupakan suatu kebanggaan dan tanda kejantanan bagi pemilik Rencong ini.

Baca juga: Promosikan Indonesia Dalam Festival Asia di London - "Wonderful Emerald of the Equator"

Kelewang (Sumatra Utara)

Kelewang ini sebenarnya bukanlah senjata khas suku-suku di Sumatra Utara pada masa lampau, seperti Piso Surit atau Pedang Gajah Dompak. Kelewang yang lebih menyerupai pedang panjang ini sebenarnya mulai dikenal pada masa tahun 1900-an digunakan sebagai alat untuk merampok bagi kalangan perampok pada masa lalu.

Badik (Bugis-Makasar, Sulawesi)

Senjata pendek ini dinamakan 'Badik' bagi masyarakat Bugis-Makasar. Bentuknya menyerupai pisau, dan hampir mirip dengan senjata khas Rencong milik suku Aceh.

Baca juga: Kenalkan Kota Yang Aman, Nyaman, Indah dan Harmonis - Mangente Ambon 2015

Badik ini mempunyai sejarah yang cukup lama sejak awal masa kerajaan-kerajaan di Sulawesi.

Kujang (Sunda, Jawa Barat)

Kujang adalah sejenis parang khas milik masyarakat suku Sunda pada masa lampau. Saat ini sudah jarang yang memiliki Kujang, karena sudah tergantikan oleh Bedok (Parang Kebun) yang lebih praktis. Kujang memiliki bentuk yang tidak kalah unik dibandingkan dengan Keris dan Rencong.

Clurit (Madura, Jawa Timur)

Clurit ini sebenarnya hanya sebuah perangkat kebun biasa, digunakan sebagai alat untuk menebas/ memotong rumput bagi masyarakat Madura, untuk memberi makan ternak sapi. Tetapi tidak jarang Clurit ini pun digunakan sebagai alat untuk bertikai antarindividu.

Baca juga: Indonesia Menjadi Tujuan Wisata Dunia - Rekor Tertinggi Capaian Wisman Dalam 10 Tahun Terakhir

Pisau Belati (Papua)

Salah satu senjata tradisional di Papua adalah Pisau Belati. Senjata ini terbuat dari tulang kaki burung kasuari dan bulunya menghiasi hulu belati tersebut. senjata utama penduduk asli Papua lainnya adalah Busur dan Panah.

Parang Salawaki (Maluku)

Parang Salawaki menjadi senjata khusus yang sering dipergunakan oleh penduduk asli Maluku dalam berperang melawan musuh. Salah satu perang yang mempergunakan senjata ini adalah ketika Kapitan Pattimura dan rakyatnya berperang melawan tentara Belanda. Parang berarti pisau besar,

Baca juga: Mengedepankan Pariwisata Indonesia Melalui Film Pendek - Raih Penghargaan ITFF