Mengingat Permainan Masa Kecil Tempo Dulu

Sabtu, 06/10/2012

NERACA

Bermain memang salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan. Saat bermain kita pasti akan dibuat lupa waktu, apa lagi bila bermain dengan teman-teman yang kita sayangi. Untuk yang lahir pada tahun sebelum dan pada 1990-an pasti akan mengetahui pemainan-permainan semasa kecil yang sangat-sangat menyenangkan.

Permainan yang tidak memerlukan dan mengeluarkan uang. Sungguh bila diingat-ingat, permainan-permainan itu akan membawa ingatan kita ke masa kecil kita pada saat itu. Masa kecil memang masa yang sangat menyenangkan, karena banyak hampir di antara kita menghabiskan waktu untuk bermain bersama teman-teman.

Permainan yang pertama adalah tang engklek atau taplak gunung, mainan ini biasa dimainkan bersama-sama, entah anak lelaki atau anak perempuan. Permainan ini dimulai dengan melempar batu, sampai mencapai level tertinggi (gunung), bahkan ada lagi level lebih tinggi diciptakan, level bintang. Sebelum bermain, kita harus menggambar 6 kotak yang ujungnya ditutup bulatan yang mirip seperti gunung, kita diwajibkan untuk meloncati kotak demi kotak dengan satu kaki dan tidak boleh menginjak bata atau batu yang kita lempar.

Gasing bisa dikatakan adalah permainan tertua yang pernah ada. Gasing konon sudah dimainkan dari berabad-abad dahulu. Gasing / Gangsing / Panggal adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Sama-sama tua, layangan atau layang-layang juga permainan yang cukup tua, berbahan kertas atau kain dan diikatkan dibenang, layang-layang terbang dengan tiupan angin.

Selanjutnya monopoli, monopoli adalah salah satu permainan papan yang paling terkenal di dunia. Tujuan permainan ini adalah untuk menguasai semua petak di atas papan melalui pembelian, penyewaan dan pertukaran properti dalam sistem ekonomi yang disederhanakan. Lain lagi dengan monopoli, kelereng adalah salah satu permainan paling sering dimainkan oleh anak lelaki, dalam permainan ini dituntut kejituan dalam melontarkan kelereng yang kita sentil untuk mengenai target.

Yang selanjutnya adalah petak umpet, petak umpet adalah permainan yang biasa dimainkan 3 orang atau lebih, namun semakin banyak orangnya permainan tersebut akan semakin seru dan mengasyikkan. Tak beda jauh dengan petak umpet, permainan ular naga juga harus dimainkan bersama-sama. Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Dua orang membentuk pintu, dan yang lainya membentu barisan panjang yang melewati pintu sambil bernyanyi bersama-sama.

Anak-anak perempuan tentunya tidak akan lupa dengan permainan ini. Permainan bekel umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan tapi permainan ini juga bisa dimainkan oleh anak laki-laki. Bekel merupakan permainan melontarkan bola ke atas dan menangkapnya kembali. Tetapi pada saat bersamaan harus mengambil atau mengubah posisi biji-biji yang ada sesuai peraturan tingkat kesulitan yang dijalankan. dan di situlah biasanya anak-anak perempuan tertantang untuk memainkannya.

Tak beda jauh dengan bekel, permainan ini pun masih bermain dengan biji-bijian. Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan. Tugasnya adalah sipemain harus mengambil dan mengumpulkan biji-bijiannya, dan semakin lama biji yang diambil pun akan semakin sedikit.

Kalau permainan yang satu ini banyak dimainkan oleh anak-anak lelaki. Pletokan dibuat dari bambu, panjang 30 cm dengan diameter 1-1/2 cm. Bambu dipilih yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah. Bambu dibagi dua. Untuk penyodok, bambu diraut bundar sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm. Potongan bambu yang lain, ujungnya ditambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit membentuk kerucut supaya suaranya lebih nyaring. Peluru dibuat dari kertas yang dibasahi, kembang, atau pentil jambu air. Peluru dimasukkan ke lubang laras sampai padat lalu disodok.