Dunia Usaha Bisa Pengaruhi Defisit Perdagangan

NERACA

Jakarta---Dunia usaha meminta pemerintah agar dilibatkan dalam berbagai kebijakan. Karena hal ini bisa mempengaruhi defisit neraca perdagangan (current account deficit/CAD). Apalagi proyeksi deficit ini akan terjadi lagi dalam waktu dekat jika pemerintah tidak segera mendukung pengusaha lokal dalam mengembangkan usahanya. "Kondisi ekonomi global memaksa negara-negara lain mengalihkan tujuan ekspor mereka ke Indonesia sehingga jika pengusaha lokal tidak berkembang, impor yang masuk tidak dapat diimbangi dengan ekspor," kata Ketua Umum Hipmi Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Senin.

Oktohari menjelaskan bahwa negara-negara Eropa dan Amerika Serikat yang sebelumnya menjadi tujuan ekspor saat ini sudah tidak lagi mempunyai daya beli yang kuat. Sementara China di sisi lain juga mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia yang pertumbuhan ekonominya terus berada di atas rata-rata negara Asia menjadi tujuan ekspor baru. Faktor inilah yang menurut Oktohari menjadi penyebab utama terjadinya difisit neraca perdagangan sampai bulan Juni lalu (1,32 milyar dolar AS).

Sementara itu pada bulan Agustus, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Senin (1/10) bahwa neraca perdagangan sudah mengalami surplus 248,5 juta dolar AS, sedangkan secara akumulasi Januari-Agustus 2012 mencapai sekitar 496,7 juta dolar AS. "Surplus perdangan itu tidak akan bertahan lama jika pemerintah masih mengabaikan pengusaha lokal untuk mengembangkan usahanya sampai pada level internasional," ujarnya

Dikatakan, Oktohari mengatakan, ekspor dari pengusaha-pengusaha lokal akan dapat mengimbangi impor yang cenderung terus meningkat dan dengan demikian, surplus neraca perdagangan akan dapat terjaga.

"Namun sekarang ini justru beberapa aturan tidak mendukung ke arah pengembangan usaha lokal. Pengusaha-pengusaha baru seringkali kesulitan memulai usaha," kata Oktohari.

Menurut Oktohari, mendapatkan akses kredit perbankan, seorang pengusaha harus menyerahkan laporan keuangan yang sudah diaudit selama dua tahun terakhir kepada pihak bank untuk mendapatkan fasilitas kredit usaha. "Regulasi tersebut tentu menyebabkan semakin sedikitnya pengusaha baru yang muncul. Sedikitnya pengusaha baru ini selanjutnya akan mengurangi nilai ekspor Indonesia di masa depan," kata Oktohari.

Di sisi lain, Direktur Statistik Distribusi BPS, Satwiko Darmesto menuturkan, surplus neraca perdagangan Indonesia masih sulit diramal apakah akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Dikatakan Satwiko, surplus Indonesia pada Agustus 2012 bukan mutlak karena terjadi perbaikan kinerja ekspor. "Nilai ekspor Indonesia masih stagnan. Yang terjadi adalah impor Indonesia yang mengalami penurunan terutama bahan baku dan bahan penolong," imbuhnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Publikasi Ilmiah Indonesia Diatas Rata-rata Dunia

    Salah satu lembaga pengindeks publikasi ilmiah internasional, Islamic World Science Citation Center (ISC), mencatat pertumbuhan publikasi ilmiah Indonesia…

Gurihnya Untung Usaha Seblak Raja Pedas - Kerjasama Syariah

Usaha seblak adalah pilihan tepat bagi Andri Waryadi. Pasalnya dengan tawaran kerja sama dan berbagai kelebihan yang mulai dari varian…

Ada 50 Varian Rasa, Teguk Segarnya Usaha Kimo Ice

Bisnis minuman segar memang menggiurkan. Meski pemainnya sudah tak terhitung lagi, tak ada menyurutkan peluang bagi munculnya merek baru. Seperti…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…