Tingkatkan Penjualan, Citilink Terus Agresif Membuka Rute Cantik

Bidik 4,2 Juta Penumpang

Selasa, 02/10/2012

NERACA

Jakarta – Tumpuan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terhadap anak usahanya PT Citilink Indonesia dalam memberikan kontribusi pendapatan, menjadi perhatian Citilink untuk terus meningkat kinerja dan termasuk menjaring 4 juta penumpang sepanjang tahun ini dengan nilai penjualan Rp 2 triliun.

Ketatnya persaingan bisnis penerbangan berbiaya murah, menjadi pemicu Citilink untuk terus mencari pasar lebih luas lagi. Oleh karena itu, perseroan terus membuka rute baru diantaranya membuka delapan rute baru hingga akhir tahun ini. Rute-rute baru ini diharapkan mampu menggenjot jumlah penumpang hingga 4,2 juta, sesuai target yang ditetapkan pada awal tahun 2012.

Direktur Utama PT Citilink Indonesia Arif Wibowo mengatakan, pihaknya akan menggenjot penjualan tiket tahun ini dengan gencar menjalin kerjasama dengan travel agent atau agen perjalanan. "Untuk menggenjot penjualan, kami membuka delapan rute baru yang disiapkan yakni Batam-Padang, Surabaya-Batam, Jakarta-Makassar, Banjarmasin-Makassar, Balikpapan-Makassar, Denpasar-Bandung, Makassar-Yogya, dan Makassar-Banjarmasin, “katanya.

Arif menjelaskan, sebanyak 52% penjualan Citilink merupakan kontribusi dari travel agent, sedangkan sisanya 48% bersumber dari call center, internet maupun tiketing Citilink. Seminggu ini, Arif menambahkan, pihaknya melakukan pertemuan dengan pengusaha travel dan pengurus ASITA daerah.

Dia menjelaskan dalam pertemuan tersebut dipaparkan sistem baru yang digunakan Citilink Indonesia, yaitu Passenger Service System (PSS) yang sudah terintegrasi dengan seluruh sistem di Citilink mulai dari rotasi pesawat, pilot dan cabin crew, reservasi hingga finance.

Membuka Rute Baru

Disamping itu Arif juga memaparkan sejumlah program Citilink ke depan seperti pembukaan rute-rute baru, pesawat-pesawat yang akan di datangkan dan destinasi yang mempunyai potensi pariwisata. "Salah satu rute baru yang kami kenalkan adalah rute Surabaya-Lombok yang terbang dua kali sehari, sudah kami buka sejak 15 September 2012," kata Arif.

Dia menambahkan, pembukaan delapan rute penerbangan baru tersebut dinilai merupakan kota-kota yang memiliki potensi tinggi. "Dari segi pariwisata, Indonesia kaya akan wisata alam dan kulinernya. Dari sisi bisnis, tren masyarakat melakukan perjalanan dinas ke daerah dengan menggunakan pesawat kian meningkat. Hal inilah yang mendorong Citilink untuk terus menambah rute,"kata Arif Wibowo.

Sementara rute baru seperti Bandung-Denpasar, Batam-Padang, dan Batam-Surabaya ditargetkan akan mulai bisa beroperasi pada bulan Oktober mendatang. Menurut Arif, pemilihan lokasi rute baru ini lebih difokuskan kepada daerah yang sudah memiliki pangsa pasar perjalanan berbiaya murah. Sehingga, pihaknya tidak perlu lagi berspekulasi pada pasar yang belum digarap. Kelengakapan infrastruktur bandara juga menjadi pertimbangan pemilihan lokasi rute baru.

Selain itu, Citilink juga akan menambah frekuensi penerbangan pada rute Jakarta-Banjarmasin menjadi dua kali dalam sehari. Saat ini, Citilink melayani 78 frekuensi penerbangan setiap hari dengan jumlah total armada 16 pesawat yang beroperasi.

Perkuat Armada

Secara bertahap, Citilink akan menambah armada hingga 21 pesawat sampai akhir 2012 dan mampu melayani 137 frekuensi penerbangan setiap hari. Maskapai penerbangan Citilink mulai mengekspansi pasar low cost carrier (LCC). Pada 2015, ditargetkan maskapai ini memiliki 50 armada pesawat yang sebagian besar akan dimiliki penuh maskapai penerbangan anak perusahaan milik PT Garuda Indonesia, Tbk. "Kami targetkan Citilink punya Airbus baru sampai tahun 2015 mencapai 50 aircraft, “kata Arif Wibowo.

Pemenuhan armada baru ini akan dilakukan secara bertahap. Tahun ini, akan ada 8 pesawat armada baru jenis Airbus 320-200 yang akan menambah kekuatan Citilink mengangkut penumpang. Dengan demikian, pada akhir tahun ini Citilink menargetkan sudah ada 23 armada pesawat yang memenuhi frekuensi perjalanan domestiknya.

Selain menambah, Citilink juga akan mengganti pesawat Jenis Boeing 737 yang dinilai boros. Tahun depan, Citilink tidak akan memakai lagi pesawat jenis Boeing. Citilink akan lebih menggunakan Airbus dan nantinya juga Turbo Trop. "Paling tidak ada 7 Turbo Trop di kuarter ketiga akhir atau awal kuarter tahun 2013 yang akan disiapkan," ujarnya.

Penambahan jumlah armada ini, lanjut Arif, adalah dalam upaya untuk meningkatkan frekuensi sehingga bisa lebih kompetitif dalam pasar maskapai penerbangan berbiaya murah. Sehingga ditahun 2015, target 16,4 juta penumpang bisa terealisasi. (bani)