BUMN Tak Maju Karena Dapat PMN

NERACA

Jakarta—Langkah pemerintah melakukan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada sejumlah BUMN dinilai hanya menghamburkan uang. Alasanya, suntikan modal kepada BUMN akan menjadi pedang bermata dua. "Pemberian modal dari pemerintah bisa menjadi moral hazard yang menyebabkan BUMN kurang terdorong untuk meningkatkan profitabilitas," kata ekonom EC-Think Indonesia, Telisa Falianti di Jakarta,1/10

Telisa menambahkan bantuan modal dari pemerintah hanya akan membuat BUMN kurang ekspansif dalam memupuk modal sendiri. "Pemberian modal dari pemerintah bisa menjadi moral hazard yang menyebabkan BUMN kurang terdorong untuk meningkatkan profitabilitas," ujarnya

Lebih jauh kata Telisa lagi, idak sedikit BUMN yang masih mengandalkan modal dari pemerintah. "Karakteristik state owned enterprise memang membutuhkan penyertaan modal negara. Namun saat berbicara efektivitas, secara umum memang BUMN masih butuh modal dari pemerintah," terangnya.

Sebagai informasi, PMN yang akan disalurkan kepada lembaga keuangan internasional yakni senilai Rp507,6 miliar. PMN untuk Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebesar Rp500 miliar, BPSJ Ketenagakerjaan Rp500 miliar dan PMN untuk ASEAN Infrastructure Fund (AIF) senilai Rp380 miliar.

Komisi XI DPR-RI memberikan PMN kepada BUMN di RAPBN 2013 senilai Rp4,5 triliun. Dari total PMN ini, PT Askrindo dan Perum Jamkrindo akan menerima Rp2 triliun, PT Perusahaan Pengelola Aset sebesar Rp2 triliun dan PT Geo Dipa Energi senilai Rp500 miliar. **cahyo

BERITA TERKAIT

LPSK Dinilai Gagal Lindungi Pelapor Kasus Korupsi Hambalang

    NERACA   Jakarta - Sejatinya, Negara melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban alias LPSK berkewajiban memberikan perlindungan maksimal…

Inovasi Ritase Didorong Generasi Milenial

    NERACA    Jakarta - Generasi milenial, mereka yang lahir antara 1980 hingga 2000, semakin nyata kehadirannya di masyarakat,…

Bhinneka.com Mantapkan Integrasi Kanal Pemasaran dan Teknologi

    NERACA     Jakarta ‒ Transformasi Bhinneka.Com menjadi business super-ecosystem merupakan sebuah keniscayaan. Perkembangan teknologi dan iklim bisnis…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kopi Yor Berhasil Buka 100 Outlet Setahun

    NERACA   Jakarta - Industri kopi tengah berkembang pesat. Saat ini muncul banyak kedai kopi yang menyuguhkan berbagai…

LPSK Dinilai Gagal Lindungi Pelapor Kasus Korupsi Hambalang

    NERACA   Jakarta - Sejatinya, Negara melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban alias LPSK berkewajiban memberikan perlindungan maksimal…

Inovasi Ritase Didorong Generasi Milenial

    NERACA    Jakarta - Generasi milenial, mereka yang lahir antara 1980 hingga 2000, semakin nyata kehadirannya di masyarakat,…