Tingkatkan Pendapatan, Polychem Agresif Bagun Pabrik Baru

Kapasitas Produksi Capai 84 Ribu Ton

Selasa, 02/10/2012

NERACA

Jakarta – Rencana PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) meningkatkan produksi dari 44 ribu ton menjadi 84 ribu ton dengan membangun pabrik Etoksilat di daerah serang banten, menjadi pemicu saham perseroan kembali aktif diperdagangkan dan bahkan dalam waktu dekat akan menuju level Rp 600 per lembar sahamnya.

Hal tersebut tercermin dari pergerakan saham dalam beberapa hari terakhir dan adanya peningkatan volume dan harga yg cukup signifikan. Sebagaimana diketahui, perusahaan bahan kimia ini akan meningkatkan produksi guna meningkatkan kontribusi pendapatan kepada perseroan dengan membangun pabrik baru. Rencananya, pabrik baru tersebut akan beroperasi akhir tahun 2012.

Etoksilat merupakan bahan turunan minyak bumi yg digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun mandi dan deterjen. Kebutuhan etoksilat didalam negri masih terus tumbuh sehingga dengan rampungnya pabrik kedua akan memberikan kontribusi yg baik kepada perseroan.

Asal tahu saja, akhir pekan lalu saham perseroan ditutup di level Rp360, atau naik Rp10 (2,85%).Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4 miliar. Disamping itu, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$17,5 juta di 2012.

Presiden Direktur Polychem Gautama Hartarto pernah bilang, sumber dana capex tersebut semuanya dari internal. Hal senada juga disampaikan Management Accounting Budget & Control Manager Richard I Tursadi, capex tersebut seluruhnya digunakan untuk meningkatkan produksi EOD (ethylene oxyde derivatif). "Sehingga diharapkan produksi EOD akan bertambah 40 ribu ton. Sekaran produksi EOD mencapai 44 ribu ton sehingga totalnya menjadi 84 ribu ton," ungkapnya.

Target Laba

Selain itu, PT Polychem Indonesia Tbk menargetkan perolehan laba sebesar Rp240 miliar di 2012. Target tersebut turun 24% dari target perolehan laba bersih perseroan di 2011 yang sebesar Rp315 miliar. "Target laba kita 2012 turun sekitar 24% dari 2011 karena adanya kenaikan harga bahan baku," kata Richard I Tursadi.

Akibat dari membaiknya selisih harga jual dengan biaya bahan baku, perusahaan membukukan gross profit sebesar Rp451 miliar. Dan keuntungan bersih selama sembilan bulan 2011 sebesar Rp254 miliar dan EBITDA sebesar Rp556 miliar.

Labih jauh, Richard menuturkan, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp4 triliun di 2012. Sementara target penjualan di 2011 ditargetkan Rp3,9 triliun. Adapun selama sembilan bulan pertama 2011, penjualan Polychem sebesar Rp3,67 triliun atau naik sebesar 36,15% dari penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,69 triliun. Kenaikan penjualan tersebut akibat dari membaiknya harga jual.

Produk kimia masih merupakan penyumbang pendapatan terbesar, yaitu 51% dari total dan diikuti oleh polyester sebesr 32% dan nylon sebesar 17%. Negara tujuan penjualan Polychem meliputi kawasan Asia, terutama China dan ada juga di Mesir. Selain itu, ada ekspor ke Amerika Latin dan sedikit di Eropa. (bani)