Hindari Rumor, BEI Desak BUMI Gelar Paparan Publik

Penyimpangan Laporan Keuangan

Selasa, 02/10/2012

NERACA

Jakarta – Guna memberikan penjelasan seutuhnya soal tuduhan penyimpangan laporan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menggelar paparan publik, sebagaimana yang diminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, manajemen PT Bumi Resources Tbk diminta untuk melakukan paparan publik untuk menjelaskan rencana Bumi Plc untuk memeriksa kinerja keuangan dan operasi anak usahanya, “Kita tetap memegang itu, batas akhir untuk paparan publik besok. Penyelenggaraan ini untuk mengklarifikasi. Kita menginginkan publik tahu, jangan ada informasi yang hanya diketahui beberapa pihak,"katanya di Jakarta, Senin (1/10).

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dijelaskan oleh manajemen BUMI kepada publik antara lain rencana pengurangan utang jangka panjang perseroan. Bila BUMI belum bisa mengungkap alasan audit investigasi yang dilakukan Bumi Plc diharapkan dapat disampaikan dalam paparan publik. Bahkan, dirinya akan mengirim dua stafnya dalam paparan publik PT Bumi Resoures Tbk pada Selasa (2/10), “Kami akan kirimkan dua staf ke public expose BUMI,”ujarnya.

Rencananya, manajemen PT Bumi Resources Tbk pun akan melakukan paparan publik pada Selasa (2/10 ) di Hotel Four Season, JL HR Rasuna Said, Jakarta. Agendanya paparan publik insidentil.

Bantah Pecah Kongsi

Kemudian kabar adanya pecah kongsi pemilik PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN) Samin Tan dengan Bumi Resources lantaran menyusutnya harga Bumi Plc dan tuduhan penyimpangan laporan keuangan, dibantah langsung oleh Samin Tan.

Dia menegaskan, hubungannya dengan keluarga Bakrie baik-baik saja dan tidak berubah. Menurutnya, kabar yang mengatakan bahwa dirinya pecah kongsi dengan grup Bakrie hanyalah rumor berudang di balik batu. “Hubungan kami (dengan keluarga Bakrie) baik-baik saja dan tidak ada yang berubah. Tidak benar kami pecah kongsi,”tandasnya.

Kabar retaknya hubungan antara Samin Tan dengan keluarga Bakrie bermula dari kisruh Bumi Plc yang mendadak mengeluarkan pengumuman rencana investigasi internal PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada 24 September 2012.

Media ramai membicarakan asal muasal kisruh Bumi Plc versus BUMI tersebut. Sebagian mengatakan, publikasi besar-besaran rencana investigasi internal tersebut, merupakan upaya Nathaniel Rothschild untuk menurunkan harga saham Bumi Plc di London dan BUMI di Jakarta.

Sasarannya, mendorong persepsi sentimen negatif BUMI ke level terendah, kemudian mengajukan rencana penjualan seluruh kepemilikan Bumi Plc di BUMI sebesar 29%.

Pekan lalu, Bumi Plc memang mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan tengah mengkaji penjualan 29% saham BUMI milik Bumi Plc karena alasan beban utang. Sejumlah analis menilai, rencana penjualan BUMI di tengah sentimen negatif merupakan sebuah langkah tidak wajar. Sebab, dengan sentimen negatif dan penurunan harga BUMI yang cukup dalam akibat rencana investigasi tersebut, tentu membuat Bumi Plc tidak akan mendapatkan harga jual yang bagus dalam rencana penjualan BUMI. (bani)