BI Dorong Perbankan Pacu DHE

NERACA

Jakarta – Bank Indonesia terus mendorong perbankan nasional untuk memacu penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) melalui kebijakan trustee. Sehingga eksportir bisa lebih mudah melakukan transaksinya. “Kita berharap dengan ketentuan pelaporan DHE itu sudah berhasil dengan baik, so far sambutannya cukup baik kan, kita berharap dengan fasilitas yang lebih memudahkan para eksportir melakukan transaksi di sini,” kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI, Hendar di Jakarta,1/10

Menurut Hendar, BI berharap dengan kebijakan trustee dalam jangka panjan bisa membuat perbankan dan eksportir sama-sama diuntungkan. “BI akan menindaklanjuti tentang pentingnya trustee, maka perdagangan valas kita juga lebih berkembang,” jelasnya

Lebih jauh Hendar mengatakan banyak eksportir menempatkan dana DHE-nya di luar negeri. Karena pelaku usaha membutuhkan itu sebagai cadangan dana untuk transaksi di dunia internasional. ”Tapi itu bukan berarti itu harus ada di luar semuanya,” ujarnya

Namun demikian, sambung Hendar, eksportir yang menyimpan dananya di lembaga internasional bisa menggunakan term deposit valas. “Maksud saya, mereka kan perlu menyimpan dananya di beberapa lembaga internasional untuk memudahkan transaksi. Tapi diharapkan penempatan dana yang di luar transaksi, bisa kita fasilitasi di term deposit valas,” imbuhnya

Yang jelas, Hendar mengakui BI mendukung upaya Bank Mandiri yang mengeluarkan layanan baru untuk transaksi valas secara elektronik ini. “Kita dari BI sangat mendukung untuk upaya menyediakan infrastruktur yang memudahkan transaksi. Kita berharap dengan semakin efisiennya customer melakukan transaksi, itu akan meningkatkan volume perdagangan (valas) daripada sebelumnya. Ini sejalan dengan upaya BI memperdalam pasar keuangan,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Commercial dan Business Banking Mandiri, Sunarso mengatakan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk baru mendapatkan laporan rinci dalam RPE tentang Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang masuk sejumlah 28% dari total DHE yang masuk lewat Bank Mandiri. ”Total DHE yang lewat Bank Mandiri, dari Januari sampai Agustus 2012, sebesar US$36,7 miliar. Namun yang secara tertib dilaporkan dalam RPE baru US$10,3 miliar,” tuturnya

Diakui Sunarso, banyak eksportir yang belum melaporkan DHE secara rinci dalam RPE, dikarenakan mereka masih menganggap ini sebagai hal yang merepotkan. ”Saya berharap mudah-mudahan pelaporan ini naik. Sehingga DHE banyak yang masuk ke perbankan domestik. Kita juga sedang melakukan perbaikan sistem, juga menunggu peraturan trustee dari BI keluar. Dan kalau regulasi itu sudah siap, maka kita juga siap (melaksanakannya),” ujar Sunarso.

Sunarso mengatakan bahwa target DHE yang akan masuk melalui Bank Mandiri sampai akhir tahun adalah US$63 miliar.

Sedangkan menurut Pahala N. Mansury, Direktur Financial dan Strategy Bank Mandiri, bahwa memang ada harapan dari perbankan domestik bahwa para eksportir bisa membawa lebih banyak DHE masuk ke dalam negeri. ”Eksportir diharapkan bisa membawa kembali devisa rupiah ke kita,” pungkasnya. **ria

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kerahkan 300 Karyawan, Amar Bank Bangun 20 Rumah Layak Huni

    NERACA   Bogor - PT Bank Amar Indonesia Tbk mengerahkan karyawannya untuk terjun langsung ke masyarakat dan membantu…

Sompo Insurance Kenalkan Produk Travel First Indonesiana

    NERACA   Jakarta – Sompo Insurance Indonesia (SII) menjadi satu-satunya mitra asuransi perjalanan resmi pada ASTINDO Travel Fair…

BUMN Tunggu Regulasi untuk Pembayaran Klaim Nasabah Jiwasraya

  NERACA Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menunggu dukungan regulasi dari dua lembaga untuk menyelesaikan pembayaran…