Dinilai Stabil, Investasi Emas Masih Diminati

Nilainya Terus Terkoreksi

Selasa, 02/10/2012

NERACA

Jakarta- Belum adanya kepastian penyelesaian krisis ekonomi di Eropa terus memberikan kekhawatiran para pelaku pasar dan termasuk para investor untuk melepas invesasi emas. Pasalnya, pergerakan harga emas masih dibayangi sentimen negatif dari pelaku pasar yang mewaspadai situasi kemampuan Spanyol dalam bertahan tanpa bantuan bailout dari Uni Eropa.

Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, situasi ini meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan sehingga pasar melepas investasi berisiko untuk sementara, termasuk emas. “Secara garis besar pergerakan harga emas masih bergerak mendatar sejak 17 September 2012,” kata Ariston, di Jakarta, Senin (1/10).

Menurutnya, tekanan ini berpotensi melemahkan harga hingga US$ 1.735 per troy ons, meski masih ada support pada kisaran US$ 1.752 per troy ons. “Tekanan turun ini akan memudar jika harga emas kembali bergerak di atas level US$ 1.768 per troy ons,” ungkapnya.

Kendatipun demikian, Ariston menyakini, melemahnya harga emas tidak mendorong investor untuk beralih ke instrumen investasi lainnya dikarenakan logam mulia itu masih memiliki ruang peningkatan. "Logam mulia itu tetap berada di jalur penguatan seiring adanya stimulus moneter dan langkah-langkah pelonggaran oleh bank sentral di dunia untuk mendorong inflasi sehingga menimbulkan daya tarik kepada emas," paparnya.

Dia menambahkan, meski harga emas mengalami koreksi, investor akan tetap mengambil posisi dikarenakan ruang peningkatan emas masih ada. Selain itu, semakin tidak pastinya perekonomian di Eropa emas akan masih menjadi daya tarik investor sebagai "safe haven".

Kata Ariston, untuk data yang harus diperhatikan saat ini antara lain pidato Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke di depan forum ekonomi di Indianapolis, Amerika Serikat (AS). Karena para pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataan Bernanke terkait kondisi ekonomi AS dan Eropa terkini.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga emas melemah tipis 0,4%, namun secara kuartal logam mulia ini melonjak tajam sebesar 11% selama periode Juli-September 2012 menyusul kecemasan atas penurunan mata uang dan inflasi. Sementara emas untuk kontrak Desember 2012 ditutup turun US$ 6,60 per troy ons atau 0,4%, menjadi US$ 1.773,90 per troy ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange.

Sementara Sekretaris Perusahaan PT Antam, Tedy Badrujaman menambahkan, emas merupakan alat yang dapat digunakan untuk menangkal inflasi yang kerap terjadi setiap tahunnya di dalam negeri.

Selain itu, emas juga merupakan salah satu bentuk aset alternatif investasi bagi investor yang cukup diminati selain di properti dan saham. "Emas dipilih sebagai salah satu bentuk investasi karena nilainya cenderung stabil. 'Gain' akan lebih optimal jika emas dijadikan investasi jangka panjang," paparnya.

Tercatat harga emas di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (1/10) ditetapkan sebesar Rp585.200 atau menurun 0,84% dari sebelumnya senilai Rp590.200 ribu per gram. Sedangkan, harga emas batangan ukuran lima gram dan 10 gram masing-masing senilai Rp2,776 juta dan Rp5,512 juta. (bani)