Kembangkan Usaha, Wismilak Inti Makmur Lepas 30% Saham IPO

NERACA

Jakarta - PT Wismilak Inti Makmur saat ini sedang melakukan proses penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencananya, dalam penawaran saham perdananya tersebut pihak manajemen akan melepas sebanyak-banyaknya 30% saham ke publik.“Kami akan melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 30%. Namun ini masih tahap awal dalam proses penawaran saham perdana,”kata Sekretaris Perusahaan PT Wismilak Inti Makmur, Surjanto Yasaputera di Jakarta (1/10).

Dia mengatakan, pihaknya mengharapkan dapat melakukan penawaran saham perdana di tahun ini. Untuk itu, dalam rangka penawaran saham perdana ini, pihaknya akan melakukan road show ke Singapura dan Hong Kong.

Laporan keuangan yang akan digunakan dalam proses tersebut, menurut Surjanto adalah laporan keuangan Juni 2012. Saat ini pihaknya telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi.

Adapun dana hasil penawaran saham perdana, lanjut Surjanto akan digunakan untuk pengembangan usaha. Dia mengemukakan, kapasitas produksi perseroan setiap tahunnya bisa mencapai 3 miliar batang.

Sementara untuk target penjualan di tahun ini, pihaknya memproyeksikan penjualan bisa mencapai 2 miliar batang. “Sebagian besar digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha, di mana modal kerja akan banyak diserap pada semester kedua karena panen dilakukan pada semester kedua,” ujarnya.

Surjanto menambahkan, selain Indonesia, perseroan juga melakukan ekspor ke Malaysia. Sampai dengan saat ini, lanjut dia, perseroan memiliki tujuh brand rokok dan satu brand cerutu dan memiliki kekuatan dalam brand yang cukup tinggi.

PT Wismilak Inti Makmur merupakan perusahaan holding rokok yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Saat ini pangsa pasar perseroan berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra Utara, serta Kalimantan. (lia)

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

PP Properti Rilis Obligasi Rp 401,3 Miliar

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, emiten properti PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menerbitkan dua seri obligasi senilai dari…