BPS: Target Ekspor US$200 Miliar Sulit Dicapai - Neraca Perdagangan Kembali Surplus

NERACA

Jakarta - Walaupun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia hingga bulan Agustus 2012 telah terbebas dari defisit, bila dibanding bulan-bulan sebelumnya. Namun, harapan Pemerintah menyamai target nilai ekspor sama seperti tahun lalu, yaitu US$203 miliar sepertinya tidak akan berjalan mulus. Karena kegiatan ekspor Indonesia ke beberapa negara tujuan kembali melambat, ditengah penurunan permintaan.

"Sepertinya akan sulit untuk ekspor mencapai $200 miliar per tahun ini," kata Direktur Statistik Distribusi BPS Satwiko Darmesto di Kantor BPS, Senin (1/10). Dia justru memperkirakan nilai ekspor akhir tahun ini akan mencapai sekitar $180 miliar, dengan asumsi setiap bulannya nilai ekspor berada di rata-rata US$14 miliar - US$15 miliar.

Neraca perdagangan pada Agustus 2012 surplus US$248,5 juta, secara kumulatif pada Januari-Agustus 2012 tercatat surplus US$496,7 juta. Berdasarkan data BPS, ekspor Agustus 2012 tercatat sebesar US$14,12 miliar, turun bila dibandingkan Agustus 2011. Sementara bila dibanding Juli 2012, ekspor migas turun 2,3% dan non migas turun 14,49%.

Satwiko menambahkan, bahwa kegiatan usaha yang sangat berkorelasi dengan impor masih ada kecenderungan meningkat dan terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Indonesia akan mulai mendaftarkan tren surplus perdagangan. "Dari Agustus 2011 turun juga karena Agustus tahun itu secara total US$18,86 miliar. Diduga bahwa krisis Eropa masih pengaruh. Penurunan ekspor diduga karena penurunan permintaan," katanya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala BPS Suryamin bahwa, dampak krisis Eropa masih menekan kinerja ekspor Indonesia pada semester II/2012. Secara kumulatif, ekspor pada Januari-Agustus 2012 juga turun 5,58% menjadi US$127,17 miliar. Dari total ekspor tersebut, lanjut dia, ekspor yang mengalami penurunan terbanyak adalah sektor non migas, yaitu turun 14,5% dibandingkan bulan Juli menjadi US$11,26 miliar. Sementara untuk sektor migas hanya mengalami penurunan tipis yaitu 2,3% menjadi US$ 2,85 miliar.

Tujuan Ekspor

Beberapa negara tujuan ekspor yang terbesar untuk sektor non migas antara lain adalah China sebesar US$ 13,37 miliar, Jepang US$ 12,57 miliar dan Amerika Serikat US$ 9,9 miliar. "Ke tiga negara tersebut mengambil porsi 35,41% dari total ekspor," kata Suryamin. Sementara impor pada Agustus 2012 tercatat sebesar US$13,87 miliar atau turun 8,02% dibanding Agustus 2011.

Sedangkan dibanding Juli 2012, impor Agustus turun 15,21%. Impor pada sektor migas pada Agustus 2012 tercatat US$3,31 miliar atau naik 19,97% dari Juli 2012, dan non migas tercatat US$10,56 miliar atau naik 22,35% dari Juli 2012. Perkembangan impor untuk Januari-Agustus 2012 tercatat US$126,67 miliar atau naik 10,28% dibanding tahun lalu. Impor non migas Januari-Agustus sebesar US$99,16 miliar atau naik 12,66%.

Suryamin menuturkan penurunan impor pada Agustus dipengaruhi dua hal, yakni pola yang menurun pada paruh kedua setiap tahun. "Tapi, ini juga perpaduan antara pola dengan kebijakan pemerintah melalui pembatasan-pembatasan yang mendorong konsumsi produk dalam negeri," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Libur Usai, Saatnya Bergegas Kembali Berinvestasi

NERACA Jakarta – Pasca libur panjang lebaran, saat ini pelaku pasar menata kembali portofolio investasinya dengan mengkoleksi saham-saham blue chip…

Ekspor Nonmigas Banten April Naik 2,20 Persen

Ekspor Nonmigas Banten April Naik 2,20 Persen NERACA Serang - Nilai ekspor nonmigas Banten meningkat 2,20 persen pada April 2018…

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar - Meski Kondisi Ekonomi Prihatin

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar  Meski Kondisi Ekonomi Prihatin NERACA Depok - Asisten Bidang Pemerintah, Hukum…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pasar Domestik - Legislator Minta Presiden Kendalikan Data Pangan Indonesia

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi meminta Presiden Joko Widodo mengendalikan secara langsung data…

Perdagangan Internasional - Indonesia Berhasil Raih Peluang Ekspor di Bordeaux

NERACA Jakarta – Pengusaha Indonesia bersama dengan KBRI Paris berhasil meraih peluang ekspor ke pasar Prancis melalui kegiatan Forum Bisnis…

KBRI Promosi Produk Makanan Indonesia di Tunisia

NERACA Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk makanan Indonesia pada pameran industri makanan dan…