Kisruh BUMI, Upaya BUMI Plc Ingikan Saham Murah

Laporan Keuangan BUMI Tidak Ada Masalah

Senin, 01/10/2012

NERACA

Jakarta – Kekisruhan antara PT Bumi Resoruces Tbk (BUMI dengan mitranya Bumi Plc, dinilai pengamat Ekonomi Universitas Pancasila Jakarta, Agus S Irfani karena ada permainan dari Bumi Plc untuk mendapatkan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan harga rendah, “Logikanya begini, kalau pemilik perusahaan melihat adanya penyelewengan, umumnya dilakukan peneguran secara tertutup karena memang selayaknya pemilik menjaga citra perusahaannya,"katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dalam persoalan Bumi Plc yang berniat mengaudit kinerja operasi dan keuangan BUMI karena menemukan keganjilan keuangan, Agus Irfani menuturkan, mengapa hal itu justru di-"blow up" ke publik melalui media massa. "Saya mencurigai ada permainan Bumi Plc sendiri untuk menurunkan harga saham BUMI lalu membelinya dari bawah," katanya.

Langkah Bumi Plc memberi pernyataan kepada publik untuk melangsungkan audit investigasi karena mendapat surat kaleng yang menyebutkan adanya kejanggalan atas kinerja perusahaan batubaranya di Indonesia itu telah membuat saham Bumi Plc dan BUMI langsung melorot pada awal pekan. "Jadi kelihatannya isu ini dihembuskan untuk mendapatkan harga murah. Itu terlihat dari pemberitaan terkini dari Bumi Plc yang berencana menjual kepemilikannya di BUMI," kata Agus.

Hal senada juga disampaikan analis PT Lautandhana Securindo, Willy Sanjaya yang mengatakan, sebagai perusahaan global dan tercatat di Bursa London, Bumi Plc seharusnya tidak mengambil langkah terburu-buru, apalagi sumbernya juga tidak relevan. "Ini dari surat kaleng yang dikirim Jakarta. Ini ada apa? Menurunkan harga BUMI dengan maksud apa," katanya.

Pengumuman audit BUMI oleh Bumi Plc ini, lanjut Wily, menjadi sulit dicerna mengingat awalnya Rothschild melalui Vallar Plc yang menginginkan masuk sebagai pemegang saham. Sementara Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menyatakan tidak ditemukan kesalahan dalam pencatatan di laporan keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melanggar ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). "Disinyalir itu pencatatan benar atau tidak. Tapi, setelah kami periksa akuntansinya benar sesuai dengan PSAK," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Bapepam LK Ngalim Sawega.

Bila terdapat perbedaan metode dalam pencatatan laporan keuangan dan mendatangkan keraguan, ia menyarankan, hal tersebut dapat ditanyakan langsung kepada Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). "AIA yang menjelaskan pencatatan yang benar seperti apa. Bagi kami, saat ini pemeriksaan sementara benar," terang Ngalim.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bumi Plc, pemegang 29% kepemilikan Bumi Resources, mengatakan mulai menyelidiki dugaan penyimpangan laporan keuangan dan telah menyewa pengacara untuk memeriksa penghapusan dana pengembangan dan eksplorasi aset senilai US$637 juta.

Manajemen Bumi Resources dalam sebuah rilis (26/9) mengatakan tidak mengetahui adanya investigasi yang dilakukan oleh induk usahanya. Direktur Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, isu tersebut tidak menguntungkan bagi pihaknya dan sebenarnya merupakan masalah internal sejumlah pemegang saham yang memilih untuk menguaknya ke publik melalui media. (bani)