Kisruh BUMI, Upaya BUMI Plc Ingikan Saham Murah - Laporan Keuangan BUMI Tidak Ada Masalah

NERACA

Jakarta – Kekisruhan antara PT Bumi Resoruces Tbk (BUMI dengan mitranya Bumi Plc, dinilai pengamat Ekonomi Universitas Pancasila Jakarta, Agus S Irfani karena ada permainan dari Bumi Plc untuk mendapatkan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan harga rendah, “Logikanya begini, kalau pemilik perusahaan melihat adanya penyelewengan, umumnya dilakukan peneguran secara tertutup karena memang selayaknya pemilik menjaga citra perusahaannya,"katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dalam persoalan Bumi Plc yang berniat mengaudit kinerja operasi dan keuangan BUMI karena menemukan keganjilan keuangan, Agus Irfani menuturkan, mengapa hal itu justru di-"blow up" ke publik melalui media massa. "Saya mencurigai ada permainan Bumi Plc sendiri untuk menurunkan harga saham BUMI lalu membelinya dari bawah," katanya.

Langkah Bumi Plc memberi pernyataan kepada publik untuk melangsungkan audit investigasi karena mendapat surat kaleng yang menyebutkan adanya kejanggalan atas kinerja perusahaan batubaranya di Indonesia itu telah membuat saham Bumi Plc dan BUMI langsung melorot pada awal pekan. "Jadi kelihatannya isu ini dihembuskan untuk mendapatkan harga murah. Itu terlihat dari pemberitaan terkini dari Bumi Plc yang berencana menjual kepemilikannya di BUMI," kata Agus.

Hal senada juga disampaikan analis PT Lautandhana Securindo, Willy Sanjaya yang mengatakan, sebagai perusahaan global dan tercatat di Bursa London, Bumi Plc seharusnya tidak mengambil langkah terburu-buru, apalagi sumbernya juga tidak relevan. "Ini dari surat kaleng yang dikirim Jakarta. Ini ada apa? Menurunkan harga BUMI dengan maksud apa," katanya.

Pengumuman audit BUMI oleh Bumi Plc ini, lanjut Wily, menjadi sulit dicerna mengingat awalnya Rothschild melalui Vallar Plc yang menginginkan masuk sebagai pemegang saham. Sementara Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menyatakan tidak ditemukan kesalahan dalam pencatatan di laporan keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melanggar ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). "Disinyalir itu pencatatan benar atau tidak. Tapi, setelah kami periksa akuntansinya benar sesuai dengan PSAK," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Bapepam LK Ngalim Sawega.

Bila terdapat perbedaan metode dalam pencatatan laporan keuangan dan mendatangkan keraguan, ia menyarankan, hal tersebut dapat ditanyakan langsung kepada Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). "AIA yang menjelaskan pencatatan yang benar seperti apa. Bagi kami, saat ini pemeriksaan sementara benar," terang Ngalim.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bumi Plc, pemegang 29% kepemilikan Bumi Resources, mengatakan mulai menyelidiki dugaan penyimpangan laporan keuangan dan telah menyewa pengacara untuk memeriksa penghapusan dana pengembangan dan eksplorasi aset senilai US$637 juta.

Manajemen Bumi Resources dalam sebuah rilis (26/9) mengatakan tidak mengetahui adanya investigasi yang dilakukan oleh induk usahanya. Direktur Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, isu tersebut tidak menguntungkan bagi pihaknya dan sebenarnya merupakan masalah internal sejumlah pemegang saham yang memilih untuk menguaknya ke publik melalui media. (bani)

BERITA TERKAIT

Wapres: Laporan Kekayaan dan Pajak Cegah Korupsi

  NERACA Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan rutin melaporkan harta kekayaan dan pajak kepada Komisi Pemberantasan Korupsi…

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

JMA Syariah Tetapkan IPO Rp 140 Per Saham

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMA Syariah) telah menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum saham perdana mereka. Harga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…