Kobexindo Garap Bisnis Baru Sektor Perkebunan dan Infrastruktur

Penjualan Alat Berat Turun

Senin, 01/10/2012

NERACA

Jakarta – Emiten penjual alat-alat berat, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) mengakui permintaan terhadap alat-alat berat saat ini tidak sebagus yang diperkirakan. Oleh karena itu, untuk mensiasati melorotnya bisnis alat berat perseroan akan memperbesar lahan bisnis di sektor perkebunan dan infrastruktur.

Direktur Keuangan PT Kobexindo Tractors Tbk. Martio mengatakan, penurunan penjualan alat berat merupakan imbas dari penurunan harga komoditas tambang, “Efeknya ada, tapi mungkin tidak seberat seperti yang dialami distributor alat-alat berat yang besar-besar,”ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut Martio, di tahun depan Kobexindo akan memperbesar lahan bisnisnya ke sektor perkebunan dan infrastruktur secara perlahan. Pihaknya mencatat saat kontribusinya masih sebesar 10%, kemungkinan tahun depan akan ditingkatkan menjadi 15%. Meskipun demikian, Kobexindo masih akan mempertahankan untuk mayoritas bermain di sektor mining. Perseroan menargetkan penjualan Rp856 miliar pada semester kedua tahun ini sehingga total penjualan di tahun ini bisa mencapai Rp1,61 triliun.

Asal tahu saja, dampak penurunan harga komoditas terhadap penurunan penjualan alat berat juga dialami PT United Tractors Tbk (UNTR). Dimana anak usaha Astra Internasional ini membukukan penjualan alat berat turun 12,21% menjadi 5.035 unit pada Agustus 2012 dibandingkan Agustus 2011 sebesar 5.650 unit. Penjualan alat berat tersebut masih didominasi dari sektor pertambangan sebesar 57% pada Agustus 2012 dari Agustus 2011 sebesar 68%.

Tidak jauh berbeda, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) juga membukukan penjualan alat berat lebih dari 164 unit sepanjang Agustus 2012. Sebagian besar penjualan tersebut berasal dari sektor pertanian dan kehutanan. "Untuk bulan Agustus saja, jumlah sales semua alat berat kami sekitar 164 unit lebih," kata Sekretaris Perusahaan Hexindo Adiperkasa, Zahirman, kepada Koran Perolehan itu, menurut dia, menurun dibanding penjualan alat berat pada Juli 2012. Hal tersebut disebabkan kondisi pasar yang cenderung tidak stabil

Perkuat Pasar Kalsel

Untuk memperkuat jaringan pemasaran dan pelayanan pelanggan di kawasan Kalimantan, Direktur Utama Kobexindo Humas Saputro mengatakan pihaknya akan membuka kantor cabang baru di Banjarbaru, Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pembukaan kantor cabang baru ini merupakan strategi perseroan untuk meraih target penjualan Rp 1,608 triliun hingga akhir tahun 2012, “Kantor cabang baru ini juga merangkap sebagai workshop dan gudang dengan menempati area seluas 5.320 m2 dari total lahan tersedia sebesar 9.000 m2,” katanya.

Dia mengungkapkan, untuk pembukaan kantor cabang baru ini perseroan mengeluarkan dana sebesar Rp 17 miliar diluar harga tanah. Kantor cabang baru tersebut nantinya akan menjadi tempat penyimpanan sparepart bagi alat berat kelas menengah yang dimiliki Kobexindo untuk mendukung penjualan dan layanan pelanggan perseroan di sekitar Kalimantan. Saat ini, perseroan memiliki 11 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Semakin banyak wilayah yang di jangkau, lanjut Humas Saputro, akan memberikan peluang meningkatkan pendapatan. Pihaknya menilai, Kalimantan merupakan kawasan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi secara ekonomi dan alasan itu pulalah yang membuat perseroan untuk memiliki landasan operasional yang solid didaerah.

Per Juni 2012, Kobexindo membukukan penjualan sebesar Rp752,26 miliar atau tumbuh 43,92% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp522,69 miliar. Adapun laba bersih perseroan di 6 bulan pertama 2012 mencapai 60,19 miliar, tumbuh 71,65% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (lia)