Rilis Produk Derivatif, Batas Leverage Harus Sesuai Pasar

Senin, 01/10/2012

NERACA

Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) diminta untuk mempertimbangkan keinginan pasar dibalik rencana melakukan merevitalisasi dua produk derivatif di tahun. Salah satunya adalah penentuan batas leverage (tingkat pinjaman awal broker kepada nasabah) yang dapat memacu minat calon investornya.

Managing Director PT Valbury Asia Securities Johanes Soetikno, dan Dewan Pakar Masyarakat Investor Sekuritas Seluruh Indonesia (MISSI) mengatakan, dalam uji coba awal produk derivatif yang telah direvitalisasi BEI, batas leverage 20 kali dari modal investor. “Meski demikian, tingkat leverage itu harus ditingkatkan menjadi 25 kali dari modal di enam bulan berikutnya saat pelaksanaan,” katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, jika otoritas BEI menetapkan leverage di bawah nilai tersebut, maka bisa jadi tidak menarik bagi pelaku pasar untuk mentransaksikannya. Alasannya dengan dana yang sama, investor dapat meminjam lebih besar jika bertransaksi derivatif di pasar global..

Lebih jauh, kata Johanes, yang menjadi penentuan leverage derivatif adalah volatilitas nilai tukar rupiah yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mata uang negara lain.Penentuan tingkat leverage juga sebaiknya tidak mencampur adukkan dengan upaya perlindungan investor ketika bertransaksi produk derivatif. “Tingkat leverage yang disusun merupakan upaya untuk membuat produk yang menarik. Sedangkan perlindungan investor itu dilakukan dengan sosialisasi. Ini harus dibedakan karena pada dasarnya investor yang ingin bertransaksi derivatif juga tentu sudah paham setiap risikonya,” papar Johanes. (bani)