Rilis Produk Derivatif, Batas Leverage Harus Sesuai Pasar

NERACA

Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) diminta untuk mempertimbangkan keinginan pasar dibalik rencana melakukan merevitalisasi dua produk derivatif di tahun. Salah satunya adalah penentuan batas leverage (tingkat pinjaman awal broker kepada nasabah) yang dapat memacu minat calon investornya.

Managing Director PT Valbury Asia Securities Johanes Soetikno, dan Dewan Pakar Masyarakat Investor Sekuritas Seluruh Indonesia (MISSI) mengatakan, dalam uji coba awal produk derivatif yang telah direvitalisasi BEI, batas leverage 20 kali dari modal investor. “Meski demikian, tingkat leverage itu harus ditingkatkan menjadi 25 kali dari modal di enam bulan berikutnya saat pelaksanaan,” katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, jika otoritas BEI menetapkan leverage di bawah nilai tersebut, maka bisa jadi tidak menarik bagi pelaku pasar untuk mentransaksikannya. Alasannya dengan dana yang sama, investor dapat meminjam lebih besar jika bertransaksi derivatif di pasar global..

Lebih jauh, kata Johanes, yang menjadi penentuan leverage derivatif adalah volatilitas nilai tukar rupiah yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mata uang negara lain.Penentuan tingkat leverage juga sebaiknya tidak mencampur adukkan dengan upaya perlindungan investor ketika bertransaksi produk derivatif. “Tingkat leverage yang disusun merupakan upaya untuk membuat produk yang menarik. Sedangkan perlindungan investor itu dilakukan dengan sosialisasi. Ini harus dibedakan karena pada dasarnya investor yang ingin bertransaksi derivatif juga tentu sudah paham setiap risikonya,” papar Johanes. (bani)

BERITA TERKAIT

Batas Dana Kampanye Kuningan Rp 26,4 Miliar

Batas Dana Kampanye Kuningan Rp 26,4 Miliar NERACA Kuningan – Dalam menyelaraskan aksi kampanye para pasangan calon yang akan bertarung…

Waskita Jamin Proyek Strategis Sesuai Jadwal

NERACA Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk optimistis seluruh proyek strategis nasional yang sedang dikerjakan oleh perseroan dapat diselesaikan…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…