Kalangan Swasta Desak JSS Dibangun - Tragedi Kapal Tenggelam

NERACA

Jakarta—Kalangan swasta sangat prihatin dengan tabrakan kapal di Selat Sunda (SS) belum lama ini. Oleh karena itu guna meminalisir kecelakaan tersebut, maka mau tak mau proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) perlu segera direalisasikan. “Jangan wacana terus. Tabrakan ini menjadi bukti kehadiran JSS sudah dinantikan oleh logistik kita,” ujar Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Reza Rajasa di Jakarta.

Lebih jauh Reza menambahkan lalu lintas di Selat Sunda sudah sangat padat, sebab pertumbuhan ekonomi di kawasan Asean dan di wilayah Laut Cina Selatan sangat pesat. “Konsentrasi ekonomi sedang bergerak ke kawasan ini. Sebab ekonomi di kawasan Eropa lagi lesuh. Jadi kawasan Asean ini padat sekali trafik kapal barang dan kontener-nya, termasuk Selat Sunda dan Malaka,” imbuhnya

Sebab itu Hipmi mendorong agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memulai pembangunan. Selain akan mengurangi trafik kapal di Selat Sunda, jembatan ini akan memangkas biaya logistik secara signifikan. “Biaya logistik kita termasuk yang tertinggi di antara negara-negara Asean. Bisa 3-4 kali lipat lebih tinggi. Kita musti perangi biaya tinggi ini dengan salah satunya adanya JSS," papar Reza.

Hipmi juga khawatir kalau jembatan ini molor terus eksekusi proyeknya, biaya pembangunannya akan terus membengkak. Reza membandingkan pada awal 2012, diperkirakan JSS akan menelan biaya Rp 100 triliun. “Tetapi pada pertengahan 2012, proyeksinya sudah mencapai Rp 250 triliun. Naiknya 150% lebih. Ini sudah membebani APBN kita. Anda bayangkan saja nanti akhir tahun berapa naiknya lagi,” tandas putra Hatta Radjasa ini.

Hipmi mendorong agar pembangunan JSS ini melibatkan swasta dan investor strategis yang punya komitmen dan terbukti berperan dalam pembangunan ekonomi Indonesia selama ini.

Sebelumnya, Pengusaha Tomy Winata selaku bagian dari pemrakarsa proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) mengaku belum diundang oleh pemerintah soal pembahasan persiapan JSS oleh tim 7. Saat ini tim 7 dari pemerintah masih belum juga menemukan titik temu dan menghasilkan kesepakatan soal nasib persiapan proyek JSS. "Saya di luar kota, belum ada undangan tersebut kepada kami," ungkapnya

Namun demikian Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, Wakil Menteri PU dan Direktur Jenderal Bina Marga akan menemui pemrakarsa JSS untuk melanjutkan pembicaraan mengenai nasib proyek ini. "Nanti (pembicaraan dengan pemrakarsa) akan dilakukan kalau tidak salah nanti sore atau besok pagi oleh pak Dirjen Bina Marga dan Pak Wamen," ujarnya

Mengenai perkembangan pembahasan proyek ini, Djoko enggan berkomentar banyak, ia mengatakan hal ini masih belum final. "Masih belum final," katanya.

Seperti diketahui Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengusulkan revisi Perpres No 86 Tahun 2011 tentang Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS). **cahyo

Related posts