Antaboga Tanggung Jawab Pemilik Lama Mutiara

NERACA

Jakarta--Kerugian nasabah reksadana Antaboga harus menjadi tanggung jawab pemilik lama Bank Mutiara. Karena itu bukan manajemen maupun pemilik Bank Mutiara sekarang yaitu pemerintah dalam hal ini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). "Itu tanggung jawab individu pemilik lama yang melakukannya, itu yang harus dikejar," kata Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono di Jakarta, Sabtu.

Oleh karena itu, Sigit menyayangkan putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah menerbitkan salinan putusan yang mengabulkan gugatan 27 nasabah Bank Mutiara cabang Surakarta yang meminta bank tersebut mengganti rugi sebesar Rp35,44 miliar dalam kasus reksadana bodong PT Antaboga Delta Sekuritas. MA juga memerintahkan Bank Mutiara harus membayar denda senilai Rp 5,67 miliar kepada para nasabah tersebut.

Menurut Sigit, keputusan MA itu harus dikaji kembali karena nasabah Antaboga itu telah ditipu oleh pemilik lama Bank Century yaitu Robert Tantular, sehingga tidak tepat kalau kerugiannya dibayarkan oleh pemilik baru Bank Mutiara. "Itukan salah pemilik Bank Century saat produk Antaboga itu dikeluarkan. Itu yang melakukan individu-individu, karena jelas dalam neraca bank itu tidak ada. Artinya mereka dari awal yang melakukan tindakan itu memang ada kesengajaan. Jadi kalau Bank Mutiara harus menanggung -apalagi Bank Mutiara milik LPS- berarti publik yang harus menanggung kerugian itu," tambahnya

Mantan Dirut Bank BNI ini menam bahkan keputusan MA soal kasus Antaboga ini jika dilaksanakan akan menjadi preseden buruk di dunia perbankan. Karena kejahatan yang dilakukan pemilik lama harus ditanggung oleh pemilik bank yang baru. "Tidak bagus untuk perbankan Indonesia, sangat-sangat buruk. Azas keadilannya harus dilihat bukan saja bukti-bukti hukumnya saja, karena kesimpulannya kan menjadi tidak adil," ujarnya

Ditambahkan Sigit, berdasarkan hukum perbankan tidak ada landasan bagi manajemen Bank Mutiara sekarang membayarkan dana ke nasabah Antaboga karena dana tersebut tidak tercatat dalam neraca Bank Mutiara ataupun Bank Century dahulu. "Secara hukum dasarnya apa Mutiara harus bayar, kan tidak ada di bukunya. Kalaupun pengadilan mengatakan, apa dasar hukumnya untuk membayar. Siapa pun manajer Mutiara tidak bisa melakukan itu meskipun itu keputusan hukum," tuturnya

Senada dengan Sigit, pengamat ekonomi Raden Pardede menilai tanggung jawab membayar nasabah Antaboga seharusnya jatuh pada Robert Tantular pemilik Bank Century yang mengeluarkan produk Antaboga tersebut. "Ini seharusnya pemilik lama yang harus bayar, karena Robert Tantular lah yang mengeluarkan produk Antaboga melalui PT Antaboga Delta Sekuritas, ini yang harusnya diputuskan," katanya. **ria/cahyo

BERITA TERKAIT

BATA Masih Mengandalkan 6 Merek Lama

Tahun ini, PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menargetkan produksi sebanyak 4.4 juta pasang dimana jumlah itu mayoritas yakni D.I.P sebanyak…

Pemprov Alokasikan Rp12 Miliar Awali Penataan Banten Lama

Pemprov Alokasikan Rp12 Miliar Awali Penataan Banten Lama NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD)…

Larangan Cantrang Sudah Lama Kenapa Heboh Sekarang?

Oleh: Muhammad Razi Rahman Beberapa waktu terakhir ini, dunia perikanan nasional dihebohkan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…