Jelang Akhir Tahun, BEI Kejar Target 25 Emiten

Optimis Sesuai Target

Senin, 01/10/2012

NERACA

Jakarta – Memasuki akhir tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tetak yakin target jumlah emiten baru sebanyak 25 bisa tercapai. Pasalnya, di semester dua banyak perusahaan yang sudah memasukkan dokumen penawaran saham perdana dan diklaim sudah ada dua perusahaan telah memasukkan dokumen ke BEI, dan akan melakukan mini public expose pekan ini.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen menuturkan, pihaknya akan menerima dua calon emiten untuk melakukan mini public expose. Dua calon emiten yang akan melakukan paparan publik antara lain Pelita Cengkareng Paper dan Wismilak. "Minimum akan melepas 20% saham ke publik," tutur Hoesen di Jakarta akhir pekan kemarin.

PT Pelita Cengkareng Paper berdiri pada 1974 yang memproduksi kraft liner, corrugating medium, duplex board, chipboard, dan wrapping paper. Total kapasitas produksi mencapai 180 ribu ton per tahun. Demikian seperti dikutip dari situs perseroan. Sementara itu, Wismilak merupakan perusahaan rokok yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan tersebut berdiri pada tahun 1962.

Dua calon emiten tersebut akan menambah jajaran calon emiten yang akan menawarkan saham ke publik menjelang akhir tahun 2012. BEI menargetkan 25 emiten dapat tercatat pada 2012. Hingga kini, 15 emiten baru telah mencatatkan saham di BEI.

Adapun calon emiten yang akan menawarkan saham ke publik menjelang akhir tahun 2012 antara lain, PT Adi Sarana Armada dengan melepas 30% saham ke publik dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities dan PT Buana Capital sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Hasil dana penawaran saham perdana digunakan untuk melunasi utang dan ekspansi usaha.

Selanjutnya, PT Siba Surya salah satu perusahaan bergerak di bidang transportasi. Perseroan akan menawarkan 20% saham ke publik. Perseroan berdiri pada tahun 1951 dengan kantor utama di Semarang, Jawa Tengah. PT Ciptadana Securities telah ditunjuk perseroan sebagai penjamin pelaksana emisi.

PT Pelayaran Nelly Dwi Putri akan melepas 25% saham ke publik. Perseroan telah menunjuk Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi. Perseroan fokus pada jasa angkut kayu dan batu bara serta PT Providen Agro akan melepas 25% saham ke publik. Perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. Dana hasil penawaran saham perdana akan digunakan untuk membiayai belanja modal dan modal kerja anak usaha.

Kemudian ada PT Expressindo Transindo Utama akan melepas 20%-30% saham ke publik. Dana hasil penawaran saham perdana digunakan untuk menambah armada. PT Waskita Karya akan melepas 35% saham ke publik. Dana hasil penawaran saham perdana akan digunakan untuk ekspansi usaha dan pelunasan utang. Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities, PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

PT Citra Borneo Indah akan melepas saham ke publik. Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT Mandiri Sekuritas, Morgan Stanley, BNP Paribas dan Citigroup dan ditutup PT Bina Buaya Raya akan melepas 20%-30% saham ke publik. Perseroan telah menunjuk PT OSK Nusadana Securities Indonesia dan PT Dinamika Usaha Jaya sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Dana hasil penawaran saham perdana akan digunakan untuk ekspansi usaha dan refinancing utang. (bani)