Waskita Karya Kembangkan Bisnis Properti Dari IPO

Telan Ivestasi Rp 500 Miliar

Senin, 01/10/2012

NERACA

Jakarta – Rencana PT Waskita Karya (Persero) melepas saham perdananya di pasar modal, nantinya akan digunakan untuk pengembangan properti, “Paling banyak dana IPO nanti untuk properti dan real estate sekitar Rp400 miliar - Rp 500 miliar,”kata Direktur Utama Waskita Karya, M.Choliq di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia juga mengungkapkan, sisa dana IPO akan digunakan untuk pembangunan jalan tol dan Rp 100 miliar untuk membangun pabrik beton. Saat ini, rencana untuk penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), persiapannya secara pararel berjalan lancer. Secara bersamaan proses penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) akan terbit pekan depan.

Waskita memerlukan PP tersebut untuk mengembalikan statusnya menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), setelah pada 2008 masuk daftar PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) karena kesulitan pendanaan. "Kita harap PP bisa ditandatangani minggu depan, setelah itu kita buat perjanjian dengan BEI. IPO setelah itu didaftar ke Bapepam-LK," kata Choliq.

Persetujuan pendahuluan atau pre approval dari otoritas BEI ditargetkan dikantongi pekan depan, hingga proses pencatatan (listing) bisa terlaksana sebelum tutup tahun 2012. Perseroan masih menjanjikan 35% saham untuk ditawarkan kepada publik. Total dana yang didapat mencapai Rp1 triliun.

Waskita Karya berencana mencatatkan sahamnya di BEI pada Desember 2012 dengan mengincar dana IPO mencapai Rp1 triliun. Dana tersebut akan digunakan 48 persen untuk perbaikan modal dan 52 persen untuk pengembangan usaha.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito mengharapkan perusahaan berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang meraih "Annual Report Award" (ARA) 2011 dapat segera lakukan penawaran umum saham perdana (IPO). "Mereka patut didorong melakukan IPO," kata dia.

Sementara Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin pernah bilang, Waskita lebih siap untuk menggelar IPO dari pada PT Pegadaian. "Karena Waskita sudah mendapatkan persetujuan dari DPR, bisa jadi Waskita dulu yang IPO," ujarnya.

Untuk IPO, Waskita Karya telah menunjuk tiga BUMN sekuritas sebagai penjamin pelaksana, yakni PT Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Bahana Securities. Pada 2012 total proyek perseroan diperkirakan mencapai Rp17 triliun dengan target proyek baru berkisar Rp11 triliun-Rp12 triliun. Pada saat yang bersamaan Waskita menargetkan pendapatan di atas Rp9 triliun naik dari realisasi pendapatan 2011 sekitar Rp7,3 triliun, sedangkan laba diproyeksikan Rp250 miliar melonjak dari sebelumnya sekitar Rp173 miliar. (bani)