CAR Bank DKI Naik Jadi Rp3,5 Triliun - Pemprov Suntik Dana

NERACA

Jakarta – PT Bank DKI mendapat suntikan dana dari Pemprov DKI guna meningkatkan modal dasar Bank DKI menjadi Rp3,5 triliun dari sebelumnya Rp700 miliar. “Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah ini akan senantiasa menopang target ekspansi kredit Bank DKI serta perluasan jaringan kantor layanan Bank DKI” ujar Eko Budiwiyono.

Menurut Eko, Pemprov DKI Jakarta juga akan segera merealisasikan penambahan modal disetor sebesar Rp181,159 miliar untuk memenuhi Peraturan Gubernur No. 795 tahun 2012. Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta juga telah melaksanakan penambahan modal disetor sebesar Rp68,841 miliar yang telah dicairkan pada bulan Mei 2012 kemarin. “Kita sambut baik peningkatan modal dasar Bank DKI ini dalam upaya melakukan transformasi Bank DKI menjadi The Great Company & Center of Excellence dan mendukung program BPD Regional Champion,” tambahnya

Kinerja Bank DKI sampai dengan bulan Agustus 2012 terus mengalami peningkatan. Hal tersebut tercermin pada pertumbuhan total Aset Bank DKI yang mencapai 38,23% (YoY) atau terealisasi sebesar Rp25,259 triliun, penyaluran kredit mengalami peningkatan sebesar 38,20% (YoY) atau terealisasi sebesar Rp13,347 triliun dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga mengalami peningkatan sebesar 47,20% (YoY) atau terealisasi sebesar Rp20,495 triliun per Agustus 2012. Perolehan laba sebelum pajak mengalami peningkatan sebesar 74,95% (YoY) atau sebesar Rp319,988 miliar.

Sepanjang tahun 2012 ini, Bank DKI terus memperluas jaringan kantor layanan yang diantaranya mengoperasikan 3 kantor Cabang Pembantu Konvensional di Sunter, Bintara, Jababeka serta 2 Kantor Cabang pembantu Syariah di Ciledug dan Serpong. Pada September kemarin, Bank DKI juga untuk kali pertama membuka kantor di luar jabodetabek dengan meresmikan Cabang Raya Darmo Surabaya. Tahun 2012 ini, Bank DKI menargetkan untuk melakukan pembukaaan 30 kantor layanan baru dengan beberapa diantaranya akan ditempatkan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Medan, dan Palembang. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kerahkan 300 Karyawan, Amar Bank Bangun 20 Rumah Layak Huni

    NERACA   Bogor - PT Bank Amar Indonesia Tbk mengerahkan karyawannya untuk terjun langsung ke masyarakat dan membantu…

Sompo Insurance Kenalkan Produk Travel First Indonesiana

    NERACA   Jakarta – Sompo Insurance Indonesia (SII) menjadi satu-satunya mitra asuransi perjalanan resmi pada ASTINDO Travel Fair…

BUMN Tunggu Regulasi untuk Pembayaran Klaim Nasabah Jiwasraya

  NERACA Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menunggu dukungan regulasi dari dua lembaga untuk menyelesaikan pembayaran…