Hindari Gagal Bayar, XL Bayar Utang Rp 622 Miliar

Utang Jatuh Tempo Rp 1,742 Triliun

Jumat, 28/09/2012

NERACA

Jakarta – Ketatnya persaingan industri telekomunikasi memaksa beberapa operator telekomunikasi mengangarkan belanja modal cukup besar. Salah satunya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) mendanai belanja modal dengan utang. Namun guna mencegah gagal bayar, perseroan berencana bayar utang sebesar Rp 622 miliar di kuartal III tahun ini.

Direktur Utama XL Axiata Hasnul Suhaimi mengatakan, perseroan akan bayar utang jatuh tempo kuartal III sebesar Rp 622 miliar. Adapun jumlah utang semester II sebesar Rp 1,742 triliun, “Jadi jumlah tersebut akan dibayarkan kepada beberapa pihak antara lain Rp145 miliar ke EKN, sebesar Rp275 miliar akan dibayarkan ke BTMU dan sisanya sebesar Rp200 miliar ke Bank Mandiri," katanya di Jakarta, Kamis (27/9).

Sebelumnya, perusahaan telekomunikasi ini mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar Rp2,5 triliun dari Mandiri. Fasilitas pinjaman tersebut sudah ditarik seluruhnya oleh perseroan. "Pinjaman dari Mandiri tersebut sudah kita tarik semua. Sebagian kita gunakan untuk belanja modal capital expenditure (capex) dan sisanya untuk bayar pinjaman jatuh tempo sekira Rp1 triliun,"ujarnya.

Hasnul menambahkan bahwa hingga kini, perseroan telah menggunakan 80% dari belanja modal yang ada. Perseroan menganggarkan modal sebesar Rp7 triliun sampai Rp8 triliun. Diaman sebesar 60% belanja modal tersebut digunakan untuk jaaringan 3G dan BTS.

Jual Saham Senilai Rp 4,9 Triliun

Sebelumnya, pemegang saham pengendali Etisalat International Indonesia Limited melepas saham PT XL Axiata Tbk senilai Rp 4,9 triliun. Transaksi tutup sendiri (crossing) difasilitasi oleh JP Morgan Securities (BK) di pasar negosiasi.

Disebutkan transaksi penjualan saham dilakukan sebanyak 5 kali di harga Rp 6.300 per lembar. Harga transaksi ini diskon 5,3% dari harga penutupan saham EXCL Rp 6.650 per lembar. Sebanyak 1.556.847 lot atau 778.423.500 sahamnya dipindahtangankan dengan total nilai transaksi Rp 4,9 triliun. Transaksi ini membuat harga saham EXCL terkoreksi tipis ke Rp 6.500 per lembar.

Menurut pengamat pasar modal dari Trust Securities, Reza Priyambada, ada dua kemungkinan mengapa Etisalat International Indonesia Limited melepas saham operator telekomunikasi XL. Pertama, pemegang saham bisa jadi sedang membutuhkan dana untuk appraisalnya,”Terjadinya transaksi floating yang difasilitasi oleh JP Morgan di pasar negosiasi bisa jadi pemegang saham sedang membutuhkan dana untuk ekspansi usaha, atau kebutuhan operasional lain perusahaannya.”katanya.

Selain itu, bisa juga karena pihak pemegang saham ingin menikmati keuntungan. Pasalnya, di bandingkan dua operator lainnya, saham EXCL sedang mengalami trend kenaikan yang sangat bagus. “Trend EXCL saat ini sedang bagus, jadi memang bisa jadi mereka ingin menikmati keuntungan.” ujarnya.

Asal tahu saja, besarnya volume transaksi penjualan saham XL sebesar Rp 4,9 triliun memberikan pengaruh nilai transaksi perdagangan saham di bursa yang juga ikut terdongkrak. Tercatat perdagangan saham di bursa Selasa sore kemarin, berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 121.029 kali pada volume 5,011 miliar lembar saham senilai Rp 8,573 triliun. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 167 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Etisalat sendiri sudah mengumumkan transaksi pelepasan saham XL pada awal September. Perusahaan asing itu sebelumnya memegang 775 juta saham EXCL atau setara 13,3%. Etisalat melepas 9,1% kepemilikan sahamnya di EXCL, sehingga hanya tersisa 4,2%. (bani)