Raymond Gan Ngadu ke Komnas HAM - Konflik Tanah Senilai Rp50 M

Konflik Tanah Senilai Rp50 M

Raymond Gan Ngadu ke Komnas HAM

Jakarta—Merasa diperlakukan tidak adil oleh penegak hukum di Jayapura, keluarga Gandhi Gan meminta perlindungan hukum Komnas HAM di Jakarta. “Saya dan pengacara saya sudah mengadu ke Kejaksaan Agung dan lembaga hukum lain. Saya mau cari kedilan saja, harus mengadu kemana lagi ?,” kata Raymond Gan di kantor Komnas HAM, Jakarta, 24/4..

Langkah itu ditempuh putra pengusaha asal Jayapura tersebut, Raymond Gan setelah menyurati dan melaporkan kasus ini ke sejumlah lembaga hukum atas kasus hukum yang membelit ayahnya menggunakan pasal pencemaran nama baik. Menurutnya, Gandi Gan yang sedang sakit telah dikriminalkan Rudi Doom Putra memakai pasal pencemaran nama baik dengan alasan yang tidak jelas dan tanpa bukti yang berdasar hukum.

Raymond Gan menilai proses hukum penyidik dan aparat Kejaksaan Negeri Jayapura bertindak sewenang-wenang dan tak membolehkan ayahnya dirawat di Rumah Sakit (RS) di Jayapura. “Ayah saya statusnya tersangka bukan tahanan. Kami hanya meminta bapak dibawa ke rumah sakit untuk berobat,“ tambahnya.

Kuasa Hukum keluarga Gandi Gan, Ronald H. Panjaitan menjelaskan Rudi Dom Putra melaporkan Gandi Gan ke Polisi dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan, dan menuding Gandi Gan telah melakukan pemagaran terhadap tanah yang diklaim Rudi Dom sebagai miliknya, di Entrop Jayapura Selatan. Lantas, setelah proses hukumnya digelar di Kejaksaan Jayapura, Rudi Dom menggugat Gandi Gan senilai 50 Milliar, karena telah merasa dirugikan

Ia menjelaskan penyimpangan lain dalam kasus ini karena Rudi Dom yang mengklaim diri sebagai pemilik tanah sah yang telah dipagari sesuai dengan sertifikat yang dimilikinya. “Tanah itu dipagar pada April 2009, sementara sertifikat itu sebagai milik Rudi Dom baru terbit, 29 September 2009. Pada saat dipagar dengan sertifikat baru September, sehingga sangat jelas bahwa tanah itu saat dipagar belum menjadi milik Rudi Dom,” kata Ronald H. Panjaitan. **cahyo

BERITA TERKAIT

MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar - Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

LPSK-Komnas HAM-KPPU Beri Dukungan untuk Wadah Pegawai KPK

LPSK-Komnas HAM-KPPU Beri Dukungan untuk Wadah Pegawai KPK NERACA Jakarta - Perwakilan para pegawai dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia…

Intiland Beli Tanah Senilai Rp 1,27 Triliun - Kembangkan Pertumbuhan Aset

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk  (DILD) melaporkan melakukan transaksi afiliasi oleh entitas anak PT Perkasalestari Utama…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Antisipasi Asumsi APBN 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah akan terus mengantisipasi pergerakan asumsi dasar ekonomi makro pada APBN 2018 agar…

Lebih Efisien, Kemenlu Siapkan Diplomasi Digital

  NERACA   Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyiapkan diplomasi digital untuk memudahkan proses diplomasi baik antar negera maupun…

Presiden Harap Pemangkasan PPH Dorong UMKM

      NERACA   Tangerang - Presiden Joko Widodo berharap pemangkasan pajak penghasilan (PPh) final untuk usaha mikro, kecil…