Bidik Investor Muda Pasar Modal, BEI Gandeng KNPI

Jumat, 28/09/2012

NERACA

Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan upaya untuk meningkatkan jumlah investor di pasar modal. Untuk itu, pihak BEI terus melakukan sosialisasi untuk mengenalkan pasar modal sebagai alat investasi, terutama di kalangan organisasi-organisasi kemasyarakatan di Indonesia. “Para pemuda harus sadar mengenai peranan pasar modal, dengan dilakukan sosialisasi diharapkan para pemuda Indonesia ikut menciptakan adanya investor baru,”kata Direktur Pengawasan BEI Uriep Budhi Prasetyo di Jakarta, Kamis (27/9).

Pihaknya BEI menyambut baik adanya penandatangan nota kesepakatan kerja sama antara BEI dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Oleh karena itu, kata Uriep, pihaknya akan terus melakukan kegiatan dan pendidikan pasar modal ke seluruh lapisan masyarakat agar alat investasi ini dikenal masyarakat dan dapat menambah jumlah investor.

Sementara Ketua DPP KNPI Pusat Taufan EN Rotorasiko mengatakan, secara faktual kerjasama antara KNPI dan BEI sangat dibutuhkan. “Kami pikir, dengan ikut menyebaluaskan pasar modal juga secara tak langsung mendorong pemuda Indonesia berperan langsung dalam jiwa kewirausahaan,” ujarnya.

Hal tersebut akan semakin memperteguh pihaknya sebagai organisasi pemuda yang ikut menumbuhkan aktivitas perekonomian Indonesia sekaligus mengikuti perkembangan global ekonomi dunia. Karena itu, dia mengatakan dalam waktu dekat ini, pihak DPP KNPI akan menginvestasikan Rp1 juta per bulan ke setiap perusahaan (stock index market)nya.

Hal tersebut dengan melihat pencapaian pada semester pertama 2012, tercatat bahwa IHSG mengalami kenaikan yang cukup menggembirakan, yaitu 3.821,992 pada akhir 2011 menjadi 4.142,337 pada akhir Juli 2012 atau naik 8,38%.

Sebelumnya, masih dalam rangka meningkatkan jumlah investor pasar modal, BEI juga memberikan edukasi kepada Muslimat Nahdlatul Ulama tentang pasar modal agar tidak terjebak dalam investasi "bodong" (kosong). "Tujuan dari edukasi itu untuk memberikan hal yang mendasar bagi anggota kami mengenai perencanaan keuangan, selain itu juga agar tidak ada masyarakat yang terjebak dalam investasi 'bodong' seperti Koperasi Langit Biru," kata Wakil Sekretaris Muslimat NU Zanuba Arifah Chafsoh.

Dia mengharapkan, dengan diadakannya edukasi, maka masyarakat dapat belajar mengenai risiko dalam berinvestasi. Nantinya, dengan edukasi tersebut bagi investor yang tertarik investasi di pasar modal sudah bisa mengetahui apa yang harus dilakukan dan risikonya.

Kendatipun demikian, dia menuturkan, secara organisasi tidak ada target yang akan menjadi investor. “Tujuan mereka kesini juga untuk melek investasi, daripada disimpan dibawah kasur dan di dalam bambu atau hanya ke bank saja," tandasnya.

Menurut dia, masyarakat di dalam negeri memiliki potensi yang besar menjadi investor pasar modal karena memiliki dana "tidur" yang tidak sedikit. Sementara anggota Muslimat NU yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga umumnya masih berinvestasi pada logam mulia, dengan adanya edukasi mengenai investasi akan diketahui model investasi yang lebih luas. (lia)