Masih Pede, Indo Tambangraya Belum Revisi Target Produksi

Targetkan Produksi 27 Juta Ton Bartu Bara

Jumat, 28/09/2012

NERACA

Jakarta – Meskipun akhir tahun ini produksi batu bara tidak sesuai target sebesar 27 juta ton, tidak membuat PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG) merevisi produksinya. Padahal, perseroan sudah memprediksikan produksi batu bara hanya akan mencapai 22 juta ton sampai dengan akhir tahun ini.

Direktur External Affairs Indo Tambangraya Megah, Leksono Poeranto mengatakan, meskipun diperkirakan akan terjadi penurunan produksi, atau hanya terealisasi 22 juta ton sampai dengan akhir tahun, pihaknya tidak akan mengurangi jumlah produksi yang ditargetkan sebelumnya, yaitu sebesar 27 ton, “Sampai dengan kuartal ketiga, produksi batu bara sudah mencapai 18,5 juta ton,”katanya di Jakarta, Kamis (27/9).

Menurutnya, angka tersebut dinilai termasuk pencapaian proporsional jika dihitung per tahun. Terjadinya penurunan produksi tersebut, menurut Leksono, penyebab utamanya yaitu karena merosotnya harga batu bara di pasar internasional akibat krisis ekonomi.

Dia mengakui, apabila terjadi penurunan produksi otomatis akan ada pengurangan revenue. “Sejauh ini belum ada keinginan untuk menurunkan target. Tapi dengan adanya penurunan produksi itu pasti ada pengurangan revenue,” tandasnya.

Mencermati turunnya produksi pertambangan, analis PT Trust Secuties Reza Priyambada, pernah bilang, terjadinya kenaikan harga-harga komoditas tentu akan mempengaruhi kinerja emiten pertambangan, di mana nilai ekspornya pasti menurun.

Hal tersebut lanjut Reza bisa saja menimbulkan ketidakpercayaan pelaku pasar terhadap saham emiten bersangkutan. “Kalau pengaruh dunia internasional, ya, krisis ekonomi Eropa akan mempengaruhi kinerja pertambangan, dan secara langsung atau tidak, akan mempengaruhi kinerja saham,” paparnya.

Pasok Batu Bara PLN

Selain itu, perseroan mengungkapkan produksi batubara sebesar 500 ribu ton akan didigunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik milik PT PLN (Persero). Kata Leksono Poeranto, dengan adanya peraturan menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM), ITMG berkontribusi membantu PLN dengan memberikan 500 ribu ton dari hasil produksi tahun ini. "Kita akan berikan batu bara ke PLN, nilainya sekira 500 ribu ton,"ungkapnya.

Dia menambahkan, 500 ribu ton batu bara untuk pembangkit listrik tersebut berasal dari produksi batu bara yang ditargetkan pada tahun ini mencapai 26,5 juta ton. Diklaimnya, saat ini produksi masih sesuai dengan target awal, 26,5 juta ton target untuk setahun.

Disamping itu, PT Indo Tambangraya Megah Tbk juga menggandeng PT Pertamina Gas (Pertagas) dalam mengonversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Disampaikan Laksono, pihaknya sedang bekerjasama dengan anak usaha PT Pertamina (Persero) yaitu Pertagas dalam pelaksanaan konversi BBM ke BBG.

Menurutnya, kerjasama dilakukan untuk menjawab tantangan pemerintah dalam penghematan energi. "Ini semata-mata dalam menjawab tantangan pemerintah," tuturnya

Laksono menambahkan, proses konversi bahan bakar akan dilakukan pada kendaraan operasional truk pertambangan batu bara yang saat ini dalam tahap finalisasi. Konversi BBM ke BBG tersebut awalnya akan diuji cobakan di tambang batu bara yang ada di Bontang, Kalimantan Timur. "Selama ini kita uji coba beberapa saja, secepatnya kalau itu sudah berhasil, mudah-mudahan, kita mau jadi pioneer," tambah dia.

Pembangunan infrastruktur bahan bakar gas, tambah Laksono, dilakukan Pertagas. Sedangkan pihaknya hanya sebagai pelaksana saja. "Nanti tanggung jawabnya Pertagas. Kita sudah mulai tahun ini," tutup Laksono.

Kinerja Perseroan

Sebagai informasi, sepanjang semester I-2012 PT Indo Tambangraya Megah Tbk mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan naik 20,16% menjadi US$246,74 juta dibandingkan periode yang periode yang sama 2011 sebesar US$205,33 juta.

Pada periode tersebut, penjualan bersih perseroan naik 24,12% menjadi US$1,20 miliar YoY dari US$970,31 juta. Harga pokok penjualan perseroan naik menjadi US$798,16 juta YoY dari US$629,46 juta.

Adapun laba kotor perseroan naik menjadi US$406,19 juta pada paruh pertama 2012 dari periode yang sama 2011 sebesar US$340,84 juta. Beban penjualan perseroan naik menjadi US$66,84 juta YoY dari US$39,83 juta. Semenatara laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan naik menjadi 0,22 pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar 0,18.

Untuk total liabilitas, perseroan mencatat, terjadi penurunan yaitu dari US$497,67 juta pada 31 Desember 2011 menjadi US$493,86 juta pada 30 Juni 2012. Selain itu, ekuitas perseroan pun juga turut mengalami penurunan menjadi US$1,02 miliar pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar US$1,08 miliar. Demikian pula dengan kas perseroan, turun menjadi US$531,96 juta pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar US$612,41 juta. (lia)