Pos Indonesia Bagikan Hadiah Gebyar Pos 2012

NERACA

Jakarta--PT Pos Indonesia (Persero) Area IV Jakarta memberikan apresiasi kepada pelanggan setia dengan menyerahkan hadiah utama kepada Direktorat Jenderal (Ditjen Imigrasi) Jakarta sebagai salah satu pemenang yang memperoleh uang tunai sebesar Rp 100 juta dalam program Gebyar Undian Pos Indonesia 2012 dengan total hadiah Rp 1miliar. "Penyerahan hadiah ini merupakan program kami untuk memberikan apresiasi khusus bagi pelanggan setia yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi perseroan," kata Direktur Surat dan Paket PT Pos Indonesia (Persero), Ismanto di Jakarta, Kamis (27/9)

Apresiasi yang dikemas dalam customer gathering, Growing Together with Pos Indonesia selain dalam rangka memperingati hari bhakti Postel ke-67 yang jatuh setiap tanggal 27 September, juga untuk memposisikan Posindo sebagai mitra pelanggan yang telah setia menggunakan jasa layanan pengiriman Pos Kilat Khusus, Pos Express, dan EMS di seluruh Indonesia. "Kami berharap apresiasi ini bisa mendorong kami untuk meningkatkan layanan kami di semua layanan," katanya.

Menurutnya, Pos Indonesia telah mengembangkan berbagai macam layanan di luar surat dan logistik, di antaranya layanan jasa keuangan yang meliputi PosPay, pembayaran pensiun, Western Union, giro dan cek pos, tabungan, dan lain-lain.

Selain itu perusahaan juga telah berhasil memperluas layanan hingga mencapai 189 negara. Selain itu Perseroan juga telah mengembangkan kerja sama dengan berbagai negara di antaranya Pos Malaysia Berhad dalam bidang pengiriman wesel ekspres internasional dan paket Cepat Prima Internasional.

Wesel Ekspres Internasional akan menjadi inovasi bagi Pos Indonesia sebagai jawaban dalam menghadapi tantangan bisnis dalam persaingan global sekaligus respon atas kebutuhan pelanggan yang perlu layanan pengiriman uang dan barang dalam waktu cepat dan terjangkau. "Kami akan selalu meningkatkan mutu pengiriman barang melalui layanan Paketpos Internasional dan juga akan semakin meningkatkan layanan Weselpos internasional atau yang disebut Wesel Ekspres Internasional," katanya. **cahyo

BERITA TERKAIT

KONDISI 2018 LEBIH BURUK DIBANDINGKAN SURPLUS 2017 - BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$8,57 Miliar

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan Indonesia (NPI) mengalami defisit hingga US$8,57 miliar sepanjang Januari-Desember 2018. Angka defisit ini…

Indonesia Jadi Importir Gula Terbesar di Dunia

NERACA Jakarta – Apapun niat pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, namun bila dilakukan dengan kebijakan impor tentu saja menuai pro…

PDIP: Pidato Kebangsaan Prabowo Menyerang dan Menihilkan Prestasi Indonesia

PDIP: Pidato Kebangsaan Prabowo Menyerang dan Menihilkan Prestasi Indonesia NERACA Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto telah menyampaikan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…