Mandiri Perkuat Bisnis KPR di Jatim

NERACA

Jakarta--Bank Mandiri terus memperkuat penetrasi bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Jawa Timur. “Kondisi Perekonomian Indonesia terus membaik dan berdampak pada bertambahnya masyarakat kelas menengah yang membutuhkan tempat tinggal termasuk di Jawa Timur sebagai salah satu propinsi besar di Indonesia. Kami pun yakin potensi pasar di wilayah ini sangat besar,” kata Executive Vice President Coordinator Consumer Finance Bank Mandiri Mansyur S. Nasution di Jawa Timur di Jawa Timur,27/9

Berdasarkam data, sampai Agustus 2012, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan KPR di wilayah Jawa Timur lebih dari Rp3 triliun (unaudited) atau tumbuh 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu Bank Mandiri menggelar Mandiri KPR Expo di Galaxy Mall Surabaya pada 24 – 30 September 2012. di event tersebut, Mandiri menggandeng partisipasi 15 developer terkemuka yang memiliki 35 proyek perumahan di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Malang. “Pada expo tersebut Bank Mandiri Menawarkan suku bunga kompetitif yaitu mulai dari 6,75% per tahun (fixed selama 2 tahun pertama) dan 9,75% per tahun (fixed pada tahun ketiga), serta penawaran menarik lainnya di lokasi perumahan tertentu,” tambahnya

Penyaluran KPR Bank Mandiri secara nasional mencapai Rp24.3 triiun (unaudited) sampai Agustus 2012, naik 20% dari kucuran KPR pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp20,2 triliun dengan rasio kredit bermasalah yang terkendali. Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan KPR sebesar diatas 28%.

Pangsa pasar KPR Bank Mandiri secara nasional adalah 9,82% (Posisi Juli 2012). Bank Mandiri pun terus mengembangkan jaringan distribusi pemasaran dan memperkenalkan skema KPR yang disesuaikan dengan resiko dan kebutuhan setiap nasabah. **ria

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Survei BI : Optimisme Konsumen Menguat

      NERACA   Jakarta - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada November 2019 mengindikasikan optimisme konsumen menguat, tercermin…

Indonesia – Jepang Sepakati Transaksi Dagang Pakai Uang Lokal

    NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Jepang Taro Aso menyepakati kerangka kerja…

Tinggalkan Otomotif, Radana Finance Fokus UMKM dan Syariah

    NERACA   Jakarta – PT Radana Bhaskara Finance Tbk (Radana Finance) menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi industri multifinance…