BCA Tak Siap Tampung Dana Hasil Ekspor

Jumat, 28/09/2012

NERACA

Jakarta--PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengakui pihaknya belum siap mengelola dana hasil ekspor menyusul akan diberlakukannya aturan Bank Indonesia mengenai bisnis wali amanat (trustee) yang akan membuat valuta asing hasil ekspor masuk ke perbankan dalam negeri. "Kami belum siap menjalankan bisnis wali amanat. Karena berdasarkan pengalaman masa lalu, pengelolaan valuta asing yang terlalu banyak justru membayahakan bisnis kami," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmaja, di Jakarta, Kamis.

Lebih jauh Jahja mengatakan pelajaran dari masa lalu tersebut membuat BCA saat ini membatasi penyerapan dana valuta asing sampai pada level 10 %. Selain pembatasan serapan dana valuta asing, BCA menurut Jahja membatasi kredit valas sampai pada level 3,5 milyar dolar AS. Sampai saat ini kredit valuta asing BCA sudah mencapai 2,5 milyar.

Bisnis wali amanat, kata Jahja membutuhkan infrastruktur perbankan yang baik dan sumber daya manusia (dalam hal ini 'fund manager') yang handal untuk mengelola dana valuta asing. "Bisnis wali amanat ini membutuhkan persiapan infrastrukur yang baik, selain itu 'fund manager' yang mengelola dana valuta asing juga harus handal. Itu yang dibutuhkan dunia perbankan di Indonesia untuk sukses mengelola bisnis ini," kata Jahja.

Meskipun BCA belum siap mengelola dana hasil ekspor, Jahja mengatakan bahwa aturan Bank Indonesia tentang bisnis wali amanat tersebut akan berdampak baik bagi perbankan dalam negeri, khususnya dalam menghadapi kekeringan likuiditas yang sempat dihadapi Bank Mandiri yang memaksa bank tersebut menjual obligasi rekapitalisasi. "Aturan tersebut akan berdampak baik bagi perbankan di Indonesia asalah dua syarat (infratruktur dan 'fund manager') itu terpenuhi," pungkasnya. **ria