Indo Tambangraya Megah Bagikan Dividen Rp1,88 Triliun

Kamis, 27/09/2012

Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2012 dengan total nilai Rp1,88 triliun. Hal tersebut disampaikan manajemen PT Indo Tambangraya Megah Tbk dalam siaran persnya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/9).

Pembagian dividen interim tersebut telah disetujui dalam rapat direksi dan komisaris pada 21 September 2012. Dari total nilai tersebut, setiap pemegang saham berhak atas dividen interim sebesar Rp1.666. Dalam informasi tersebut, pemegang saham mayoritas ITM, Banpu Minerals, yang memiliki 65% saham perseroan akan menerima dividen interim sebesar US$128,05 juta atau setara Rp1,22 triliun.

Adapun latar belakang pembagian dividen tersebut didorong dari laba bersih tahun berjalan mencapai US$246,74 juta dan ekuitas US$1,02 miliar. Sementara itu saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar US$611,14 juta.

Pembayaran dividen interim tersebut rencananya akan dilakukan pada 14 November 2012. Untuk daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tersebut diinformasikan pada 1 November 2012.

Cum dividen di pasar reguler dan pasar negoisasi pada 29 Oktober 2012, ex dividen di pasar regulre dan pasar tunai pada 30 Oktober 2012, cum dividen di pasar tunai pada 1 November 2012, dan ex dividen di pasar tunai pada 2 November 2012.

Kinerja Semester I-2012

Sepanjang Januari-Juni tahun ini, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan naik 20,16% menjadi US$246,74 juta dibandingkan periode yang periode yang sama 2011 sebesar US$205,33 juta.

Disebutkan bahwa penjualan bersih perseroan naik 24,12% menjadi US$1,20 miliar YoY dari US$970,31 juta. Harga pokok penjualan perseroan naik menjadi US$798,16 juta YoY dari US$629,46 juta. Adapun laba kotor perseroan naik menjadi US$406,19 juta pada paruh pertama 2012 dari periode yang sama 2011 sebesar US$340,84 juta. Beban penjualan perseroan naik menjadi US$66,84 juta YoY dari US$39,83 juta.

Semenatara laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan naik menjadi 0,22 pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar 0,18. Kemudian total liabilitas perseroan turun dari US$497,67 juta pada 31 Desember 2011 menjadi US$493,86 juta pada 30 Juni 2012. Ekuitas perseroan turun menjadi US$1,02 miliar pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar US$1,08 miliar. Kas perseroan turun menjadi US$531,96 juta pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar US$612,41 juta.

Direktur Keuangan Indo Tambangraya Megah, Edward Manurung pernah mengatakan, tahun ini perseroan menargetkan peningkatan produksi dan penjualan sebesar 27 juta ton dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar 25 juta ton. Pihaknya memprediksikan, harga rata-rata jual batu bara diprediksikan sekitar US$100 pada 2012.

Selain itu, dikarenakan permintaan tinggi, perseroan juga akan meningkatkan penjualan batu bara ke domestik menjadi 15%. Sampai dengan semester pertama 2012, perseroan mencatat, telah menyerap dana belanja modal sebesar US$15juta. Untuk tahun ini perseroan menganggarkan dana belanja modal sebesar US$209 juta pada 2012 yang berasal dari kas internal.

Alokasi dana yang bersumber dari kas internal perseroan akan digunakan untuk untuk meningkatkan produksi di enam konsesi miliknya termasuk menambah infrastruktur tambang seperti hauling road, crushing plant, dan lainnya. Selain itu, perseroan juga menyiapkan dana sebesar US$100 juta hingga US$200 juta yang rencananya akan digunakan untuk mengakuisisi dua perusahaan tambang di Kalimantan Timur. (lia)