United Tractor Bukukan Penjualan Batu Bara Naik 42,22% - Bisnis Tambang Kembali Pulih

NERACA

Jakarta – Bisnis batu bara milik PT United Tractor Tbk (UNTR) masih mencatatkan kinerja positif Pasalnya, per Agustus penjualannya mengalami kenaikan sebesar 42,22%, “Sampai Agustus 2012, penjualan batu bara 4,143 juta ton. Sedangkan periode yang sama tahun lalu 2,913 juta ton," kata Investor Relations United Tractor Ari Setiawan di Jakarta, Rabu (26/9).

Dia menuturkan, sampai Agustus pengelupasan tanah atau overburden removal oleh jasa pertambangan meningkat menjadi 551,6 juta bank cubic meter (bcm). Periode yang sama 2011 mencapai 518,4 juta bcm. Bisnis jasa pertambangan dilakukan oleh anak usaha UNTR, PT Pamapersada Nusantara. Produksi batu bara juga meningkat menjadi 60 juta metrik ton atau naik 7,53% dari delapan bulan pertama 2011 yang mencapai 55,8%.

Sementara operasi bisnis tambang batu bara dilakukan melalui anak usaha PT Prima Multi Mineral (PMM) yang memiliki konsesi di Kalimantan Selatan dan PT Tuah Turangga Agung (TTA) yang berada di Kalimantan Tengah.

Kemudian untuk penjualan batu bara pada Agustus 2012, PMM menjual emas hitam ini sebanyak 326 ribu ton, naik signifikan dibanding bulan Juli yang mencapai 223 ribu ton. Sedangkan TTA menjual hingga 289 ton yang berarti meningkat dari bulan sebelumnya, 260 ribu ton.

Penjualan Alat Berat

Bila bisnis batu bara mengalami kenaikan, namun sebaliknya tidak seirama dengan alat berat. Dimana perseroan mencatatkan penurunan penjualan alat berat sebesar 10,88% menjadi 5.035 unit pada per Agustus 2012 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya 5.650 unit.

Sepanjang delapan bulan pertama 2012, penjualan alat berat merek Komatsu itu ke pertambangan tercatat 57% dari total penjualan. Sementara penjualan sampai Agustus 2011, pertambangan menyerap 68% dari seluruh penjualan.

Kata Ari Setiawan, di Agustus sendiri, penjualan United Tractors terhitung stagnan lantaran sama dengan Juli 2012. Selanjutnya, untuk Agustus 2012, penjualan Komatsu mencapai 402 unit. Perseroan juga menjual alat berat ke segmen lainnya yaitu kehutanan, konstruksi dan pertanian-perkebunan (agro). Penjualan ke segmen kehutanan tercatat tidak berubah, sebesar 6%.

Sementara dua segmen lainnya mengalami peningkatan, konstruksi naik menjadi 14% dari periode sampai Agustus 2011 lalu sebesar 10%. Pertumbuhan penjualan juga merangkak naik di segmen agrobisnis menjadi 23% dari total penjualan, meningkat dibanding tahun lalu sebesar 16%.

Perseroan mencatat pangsa pasar sampai Agustus tahun ini mencapai 44%. Merujuk kinerja penjualan di Agustus, penjualan ke pertambangan makin susut lantaran porsinya sebesar 38% dari total penjualan atau sebanyak 152 unit. Juli lalu, masih di posisi 43% atau mencapai 172 unit. Sedangkan pada Juni bertengger di kisaran 54% dari total penjualan Komatsu sebanyak 502 unit.

Segmen kehutanan di Agustus menyerap enam persen dari capaian empat persen bulan Juli. Perseroan juga meningkatkan penjualan ke bisnis konstruksi menjadi 24% dibanding bulan lalu 18%. Sementara porsi penjualan ke agrobisnis tercatat turun tipis menjadi 32% dari Juli kemarin yang mencapai 35%. (bani)

BERITA TERKAIT

Membangun Bisnis Untuk Pemula

Membuka bisnis sendiri atau berwirausaha kian digandrungi banyak orang. Bagi seseorang yang fleksibel dan tidak suka terikat, berbisnis memang menjadi…

Bisnis Yang Bakal Kian Ngehits di Tahun2018

Peluang bisnis dan usaha masa kini yang memiliki prospek cukup menjanjikan dan bak kian ngehits di tahun 2018. tentunya tidak…

Pengembangan Bisnis dan Literasi Keuangan Milenial

Pengembangan Bisnis dan Literasi Keuangan Milenial Jakarta - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya literasi keuangan saat ini masih rendah, terutama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…