Kepanikan Investor Picu Harga Emas Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Mencuatnya kekhawatiran investor atas berlarutnya masalah di zona Eropa, memberikan sentimen negatif terhadap pelemahan harga komoditi. Oleh karena itu, termasuk harga emas pun akan melemah.

Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan harga emas saat ini masih belum beranjak dari area konsolidasi dan tertahan pada level antara US$ 1.751-1.777 per troy ons, “Meski sempat menguat, namun terkoreksi kembali di mana ini mengisyaratkan tekanan jual masih besar," kata Ariston dalam risetnya di Jakarta, Rabu (26/9).

Akibat tekanan jual ini, lanjutnya, harga emas berpotensi menembus level "support" 1.751 dolar AS per troy ons. "Apabila level ini tembus, maka berikutnya akan berlanjut ke area 1.725 dolar AS per troy ons," tambahnya.

Dia mengatakan, untuk data-data yang patut diperhatikan pelaku pasar di antaranya lelang obligasi Jerman dan data penjualan rumah baru di Amerika Serikat. Kemudian, apabila data ini lebih bagus dari perkiraan pasar, dirinye menilai emas berpeluang untuk 'rebound' kembali.

Pada penutupan perdagangan Selasa (25/9), harga emas gagal menyentuh level tertingginya karena dolar AS mulai tertahan pelemahannya dan setelah seorang pejabat bank sentral AS mengkritisi kebijakan moneter terbaru dan juga terpengaruh oleh volatilitas harga komoditas. Emas untuk pengiriman Desember ditutup naik US$ 1,80 per troy ons atau 0,1% menjadi US$ 1.766,40 per troy ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…