CIMB Niaga Belum Rencanakan IPO Bisnis Syariah

Kamis, 27/09/2012

NERACA

Jakarta – Rencana PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melepas saham anak usahanya PT Bank Mandiri Syariah ke pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun depan, belum di ikuti PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) untuk melepas anak usahanya di bisnis syariah.

Wakil Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk James Rompas mengatakan, dirinya tidak memiliki rencana untuk memisahkan bisnis syariahnya sehingga pelaksanaan penawaran umum saham perdana (IPO) tidak akan dilakukan, “Kalau di kami bisnis syariah menyatu di bank induk. Konsepnya 'dual banking', jadi tidak mungkin IPO karena perusahaannya satu,"katanya di Jakarta, kemairn

Menurutnya, perseroan memiliki konsep bisnis "dual banking", dan hal itu berbeda dengan bank lain yang bisnis syariahnya didirikan secara terpisah. "Konsep bisnis syariah kami itu berbeda dengan beberapa bank yang lain. Bank lain kebanyakan bisnis syariahnya dibangun terpisah, dengan entitas perusahaan yang juga terpisah. Jadi, bank lain memungkinkan untuk IPO," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad mengatakan, rencana perbankan syariah untuk melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) mempunyai prospek positif ke depannya. "Peluang dan kesempatan bagi perbankan syariah cukup besar untuk masuk ke pasar modal. Kami sebenarnya ingin pendalaman pasar modal semakin baik, dengan semakin banyak yang IPO maka semakin bagus," ujar Muliaman.

Dia menilai, peluang dan kesempatan perbankan syariah untuk masuk dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup besar. Oleh karena itu, dirinya akan mensinergikan industri keuangan syariah dengan konvensional di Indonesia agar saling mendukung tanpa melanggar batas-batas yang telah ada, sehingga industri syariah dapat berkembang dengan lebih baik lagi."Bisnis terintegrasi harus dilakukan baik perbankan, pasar modal dan lembaga keuangan lain yang konvensional ataupun syariah dapat saling terintegrasi sehingga ada keterkaitan antara satu dengan yang lain," kata dia.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menilai bahwa industri perbankan syariah belum siap untuk melakukan IPO. Direktur Direktorat Pengembangan Perbankan Syariah BI, Edy Setiadi pernah bilang, sebaiknya perbankan syariah menahan diri dahulu agar industri mereka lebih dikenal di masyarakat. “Lebih baik di konvensional saja dulu, karena rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mereka lebih kuat. Apalagi saat ini masih ada beberapa masalah di bank syariah seperti dana haji, misalnya,"jelasnya.

Apabila IPO tetap dipaksakan, sementara persoalannya masih ada, dirinya khawatir ke depan akan memberikan sentimen negatif kepada pergerakan saham bank bersangkutan. (bani)