CIMB Niaga Belum Rencanakan IPO Bisnis Syariah

NERACA

Jakarta – Rencana PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melepas saham anak usahanya PT Bank Mandiri Syariah ke pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun depan, belum di ikuti PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) untuk melepas anak usahanya di bisnis syariah.

Wakil Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk James Rompas mengatakan, dirinya tidak memiliki rencana untuk memisahkan bisnis syariahnya sehingga pelaksanaan penawaran umum saham perdana (IPO) tidak akan dilakukan, “Kalau di kami bisnis syariah menyatu di bank induk. Konsepnya 'dual banking', jadi tidak mungkin IPO karena perusahaannya satu,"katanya di Jakarta, kemairn

Menurutnya, perseroan memiliki konsep bisnis "dual banking", dan hal itu berbeda dengan bank lain yang bisnis syariahnya didirikan secara terpisah. "Konsep bisnis syariah kami itu berbeda dengan beberapa bank yang lain. Bank lain kebanyakan bisnis syariahnya dibangun terpisah, dengan entitas perusahaan yang juga terpisah. Jadi, bank lain memungkinkan untuk IPO," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad mengatakan, rencana perbankan syariah untuk melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) mempunyai prospek positif ke depannya. "Peluang dan kesempatan bagi perbankan syariah cukup besar untuk masuk ke pasar modal. Kami sebenarnya ingin pendalaman pasar modal semakin baik, dengan semakin banyak yang IPO maka semakin bagus," ujar Muliaman.

Dia menilai, peluang dan kesempatan perbankan syariah untuk masuk dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup besar. Oleh karena itu, dirinya akan mensinergikan industri keuangan syariah dengan konvensional di Indonesia agar saling mendukung tanpa melanggar batas-batas yang telah ada, sehingga industri syariah dapat berkembang dengan lebih baik lagi."Bisnis terintegrasi harus dilakukan baik perbankan, pasar modal dan lembaga keuangan lain yang konvensional ataupun syariah dapat saling terintegrasi sehingga ada keterkaitan antara satu dengan yang lain," kata dia.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menilai bahwa industri perbankan syariah belum siap untuk melakukan IPO. Direktur Direktorat Pengembangan Perbankan Syariah BI, Edy Setiadi pernah bilang, sebaiknya perbankan syariah menahan diri dahulu agar industri mereka lebih dikenal di masyarakat. “Lebih baik di konvensional saja dulu, karena rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mereka lebih kuat. Apalagi saat ini masih ada beberapa masalah di bank syariah seperti dana haji, misalnya,"jelasnya.

Apabila IPO tetap dipaksakan, sementara persoalannya masih ada, dirinya khawatir ke depan akan memberikan sentimen negatif kepada pergerakan saham bank bersangkutan. (bani)

BERITA TERKAIT

Salurkan KPR Rp 300 Triliun - BTN Telah Biayai 5 Juta Masyarakat Indonesia

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Geliat Bisnis Jalan Tol - WTR Beri Pinjaman CCT Rp 206,57 Miliar

NERACA Jakarta- Dukung pengembangan bisnis di jalan tol, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road…

CJ CGV Restrukturisasi Saham di Graha Layar

NERACA Jakarta - CJ CGV Co Ltd merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Perusahaan bioskop asal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasar Properti Penuh Tantangan - BTN Optimis Masih Ada Peluang Tumbuh 2020

NERACA Jakarta – Tahun depan, industri properti masih menemui tantangan seiring dengan ancaman perlambatan ekonomi nasional dan resesi ekonomi di…

PPRE Targetkan Kontrak Baru Tumbuh 20%

NERACA Jakarta –Tahun depan, PT PP Presisi Tbk (PPRE) memproyeksikan raihan proyek baru akan tumbuh 20% dibanding tahun ini. Tercatt…

Berikan Layanan Nasabah Korporasi - Maybank Sediakan Cash Collection Solution

NERACA Jakarta – Guna meningkatkan layanan kepada nasabah korporasi, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) memberikan cash collection solution,…