Kredit Sindikasi 22 Bank Biayai Tol Trans Jawa - Kucurkan Rp8,8 Triliun

NERACA

Jakarta–Proyek tol trans Jawa, yang salah satunya ruas jalan tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116 kilometer mendapat pembiayaan dari 22 bank, termasuk bank BUMN, swasta nasional, BPD dan lembaga keuangan.

Perjanjian kredit sindikasi ini senilai Rp8,8 triliun ini menempatkan Bank BCA dan Bank DKI sebagai pimpinan dan koordinator sindikasi (Joint Coordinator Mandated Lead Arranger and Bookrunners), dengan Bank Panin, BJB, dan Bank ICBC bertindak sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunners. “Kami (BCA) memang yang menggelontorkan dana terbesar, yaitu Rp3,2 triliun, yang mana ini dibagi dua bagian, Rp2,2 triliun ditanggung sendiri, sedangkan Rp900 miliar ditanggung bersama dengan Deutsche Bank Indonesia, dan Rp150 miliar untuk jaminan yang lain,” kata Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, ketika ditemui seusai penandatangan Perjanjian Kredit Sindikasi dengan PT PT Lintas Marga Sedaya (LMS) di Jakarta (26/9).

Sementara bank-bank anggota sindikasinya adalah Export-Import Bank of Malaysia Berhad (MEXIM), Deutsche Bank Indonesia, Bank Artha Graha, Bank International Indonesia (BII-Maybank), Bank CIMB Niaga, BPD Kalimantan Timur, BPD Jawa Tengah, BPD Papua, BPD Jawa Timur, BPD Kalimantan Barat, BPD Kalimantan Selatan, BPD Jambi, BPD Sumatera Barat, BPD Kalimantan Tengah, BPD Maluku, Indonesia Infrastructure Finance, dan Sarana Multi Infrastruktur.

Sementara itu, total biaya investasi untuk proyek ini sebesar Rp12,57 triliun yang sudah disetujui LMS dalam Amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol pada 27 Oktober 2011.

Bagi Jahja, tidak akan ada masalah likuiditas bagi banknya jika mengeluarkan pembiayaan atau kredit dengan tenor lama, seperti untuk pembangunan jalan tol ini. “Kami menyiapkan dana likuiditas dari Dana Pihak Ketiga (DPK), yaitu giro dan tabungan, dan ini adalah core fund untuk matching pembiayaan 15 tahun,” jelasnya

Untuk bunga kredit sendiri, BCA memakai floating rate untuk menjaga nilai suku bunga. “Bunga yang kita berikan adalah berdasarkan term deposit, plusnya 5%-5,5%. Kalau term depositnya murah maka suku bunganya masih bisa single digit, namun kalau likuiditas di luar banyak, maka suku bunganya bisa double digit,” tuturnya.

Sementara itu, Mulyatno Wibowo, Direktur Marketing Bank DKI yang ditemui dalam acara yang sama, juga mengatakan bahwa banknya tidak akan mengalami masalah likuiditas walaupun membiayai proyek dalam jangka panjang. “Core fund dari BPD seperti kita adalah dari Pemerintah Provinsi, yaitu mencapai 40%-60%, dan 50% dari dana ini adalah dana yang stay, sehingga bisa menjamin likuiditas kita dalam pembiayaan jangka panjang,” paparnya.

Sedangkan Dirut LMS, Muhammad Fadzil mengatakan pembangunan jalan tol ini sendiri direncanakan selesai dalam waktu 30 bulan. “Rencana kami, pembangunan jalan tol ini paling lama 30 bulan. Karena ini adalah komitmen LMS untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, yang nantinya akan menjadi greater goods bagi masyarakat,” pungkasnya.**ria

BERITA TERKAIT

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

Bank Daerah dan Swasta Didorong Ikut Danai Proyek Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT)…

WIKA Bukukan Laba Bersih Rp 2,07 Triliun

NERACA Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sepanjang tahun 2018 mencetak laba bersih sebesar Rp2,07 triliun, tumbuh signifikan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI : Posisi Kewajiban Investasi Internasional Meningkat

  NERACA Jakarta -  Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada akhir 2018 mencatat peningkatan net kewajiban, didorong oleh naiknya posisi Kewajiban…

Bank Diminta Agresif Kucurkan Kredit

  NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) meminta industri perbankan untuk lebih ekspansif dalam mengucurkan kredit sejak awal 2019 guna…

BNI Dorong Generasi Milenial Miliki Rumah

  NERACA Surabaya - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendorong kaum milenial untuk mempunyai rumah melalui kemudahan sistem perbankan, salah…