Quantitative Easing Bisa Pengaruhi Rupiah

NERACA

Jakarta-- Bank Pembangunan Asia (adb) mengatakan kebijakan "quantitative easing" (QE) ketiga yang diluncurkan Pemerintah Amerika Serikat (AS) bisa mendorong penguatan rupiah. "QE ketiga akan mengalirkan capital inflow ke negara-negara Asean termasuk Indonesia, tetapi ini belum tentu positif bagi perekonomian Indonesia karena pengaruhnya akan memperkuat nilai tukar rupiah," kata Kepala Kantor Integrasi Ekonomi Regional Bank Pembangunan Asia,Iwan Jaya Azis

Menurut Irwan, penguatan nilai tukar rupiah bisa merugikan perekonomian Indonesia karena nilai ekspor menjadi turun, sementara volume ekspor Indonesia saat ini sedang melemah karena melambatnya perekonomian dunia.

Dikatakannya, QE ketiga diperkirakan akan lebih merata penyebarannya ke beberapa negara Asia karena China dan India saat ini sedang melambat pertumbuhan ekonominya. "Dulu lebih banyak ke China dan India, tetapi sekarang akan lebih menyebar terutama ke Asean dan Indonesia tentunya," tambahnya

Namun, Iwan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia akan tetap melambat pada tahun ini dibanding 2011, sementara untuk tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Asia akan sangat tergantung pada kebijakan yang dilakukan di Eropa dan Amerika Serikat.

Menurut Iwan, dampak krisis ekonomi global ini sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia dalam dua sektor yaitu di sektor riil karena melemahnya ekspor negara-negara Asia ke Amerika Serikat dan Eropa, serta dampak di sektor keuangan. "Dampak di sektor keuangan terlihat dari terus meningkatnya imbal hasil obligasi yang diterbitkan negara-negara Asia," tegasnya

The Federal Reserve atau The Fed (Bank Sentral AS) pekan lalu mengumumkan rencana untuk membeli pinjaman properti (debt mortgage) sebesar 40 miliar dolar AS per bulan dalam kebijakan QE ketiga.

Dari pantauan lapangan, mata uang rupiah pada Rabu sore bergerak melemah menembus level Rp9.600 per dolar AS dipicu bertambahnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap krisis di Eropa. Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu sore bergerak melemah sebesar 35 poin menjadi Rp9.615 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.580 per dolar AS. "Melemahnya mata uang euro berdampak pada rupiah di perdagangan hari Rabu akibat kian kuatnya ketidakpastian penanganan krisis di Eropa menyusul aksi unjuk rasa di negara Spanyol," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu.

Ariston menambahkan, aksi unjuk rasa itu dipicu oleh kekhawatiran terhadap sulitnya pembiayaan ditengah ketidakpastian pemerintah Spanyol dalam menyelesaikan masalah fiskal negerinya. "Katalis negatif juga muncul dari ancaman 'downgrade' peringkat hutang Spanyol ke level 'junk' oleh Moody's, yang menurut sejumlah kalangan mungkin akan terjadi dalam pekan ini," jelasnya

Selain itu, lanjut Ariston, kekhawatiran terhadap defisit Yunani juga masih membayangi setiap pergerakan mata uang berisiko. Dikabarkan defisit Yunani dapat mencapai 20 miliar euro, hampir dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Nilai Tukar Rupiah di 2018 Diprediksi Kisaran Rp13.600

      NERACA   Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksikan rata-rata nilai tukar rupiah…

Jamur Ini Diklaim Bisa Lawan Penyakit di Usia Lanjut

Kandungan dua antioksidan jamur yang sangat tinggi yakni ergothioneine dan glutathione, berpotensi membantu melawan penyakit-penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia,…

MAKI Sesalkan Edward Soeryadjaya Belum Bisa Dihadirkan

MAKI Sesalkan Edward Soeryadjaya Belum Bisa Dihadirkan NERACA Jakarta - LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyesalkan majelis hakim Pengadilan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Kedepankan Kepentingan Nasional - Penerapan Basel III

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kerangka Basel III akan diterapkan dengan…

BI Paparkan 4 Tantangan Generasi Muda - Gelar GenBI Leadership Camp 2017

      NERACA   Bogor – Bank Indonesia (BI) mencatat ada empat tantangan utama yang harus disikapi oleh generasi…

Sequis Mencatat Kinerja Keuangan Positif di Kuartal III/2017

  NERACA   Jakarta - Director & Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Sequis Life Edisjah menjelaskan, Sequis Life kembali…